AC Milan Di Kabarkan Sempat Nyaris Bangkrut

 

Terjatuhnya AC Milan pada saat ini kelihatan jelas di depan mata. Akan tetapi banyak yang belum mengetahui bahwa klub raksasa Serie A ini nyaris mengalami kebangkrutan sebelum Ivan Gazidis datang.
Sebenarnya, adanya tanda-tanda masalah di finansial dalam tubuh klub berjuluk Rossoneri tersebut yang sudah terlihat sejak lama. Semuanya berawal disaat mantan pemilik klub, Silvio Berlusconi, memutuskan untuk menjual saham mayoritasnya ke publik.

Penguhasa besar dari China, Yonghong Li, kemudian mengambil alih klub tersebut dan langsung menyuntik dana segar. Milan sampai bisa menggelontarkan dana sebesar 172 juta pounds untuk memboyong 11 pemain sekaligus.
Namun sayangnya, perombakan tim secara besar-besar tidak menggaransi kesuksesan untuk Rossoneri. Mereka tetap saja gagal menembus empat besar. Kepemilikan Milan yang lalu berpindah ke tangan Elliott Management karena Yonghong Li terlilit dengan hutang.

 

AC Milan Di Kabarkan Sempat Nyaris Bangkrut

 

Di musim yang lalu, klub tersebut coba menipiskan anggaran belanjanya. Walaupun pada akhirnya mereka tetap mengeluarkan uang sebesar 167 juta pounds karena harus membeli Krzysztof Piatek dan Lukas Paqueta dib bulan Januari.
Mereka menipiskan belanjanya dan Rafael Leao merupakan pembelian yang termahal Rossoneri mencatatkan pengeluaran sebesar 91.8 juta pounds pada musim ini.

 

Direktur Milan ini Ivan Gazidis, mengungkapkan bahwa tim manajemen diwarisi tugas untuk menyelamatkan Rossoneri dari jurang kebangkrutan.
“Kami mewarisi sebuah klub yang beresiko bangkrut dan bisa terlempar ke Serie B seperti Parma dan Fiorentina.  utang yang membawa kami keluar dari kejuaraan. Kami diharuskan menghadapi kesulitan, itu terbantahkan, “Ujarnya.
Gazidis tetap menegaskan bahwa target Milan saat ini adalah bangkit. Salah satunya adalah dengan berinvestasi di pembuatan stadion bersama rival sekota, Inter Milan.

 

“Jalan terjal, namun kami harus bersabar. Kemungkinan kesalahan tersebut akan terjadi kembali . Tekat kami adalah untuk membangkitkan Milan lagi, baik di Italia dan Eropa.”
“Kami akan melanjutkan perjalanan, kami ambisius, seperti yang terlihat dalam hasrat kami mengundang pemain baru, “tandasnya.
Baru-baru ini, mereka melakukan pergantian sosok di kursi kepelatihan.
Marcao Giampaolo, yang diangkat sebagai subtitusi Gennaro Gattuso pada bulan Mei lalu, di pecat dan di gantikan oleh Stefano Pioli.

Terdengar Kabar Bahwa Kieran Tierney Yang Belum Bisa Move On Dari Celtic

 

Terdengar pengakuan oleh Kieran Tierney. Pemain kiri Arsenal ini mengaku bahwa masih sangat berat untuk meninggalkan Glasgow Celtic di musim panas ini.
Banyak grup yang sedang mengincar jasanya sang bek ini. Namun Arsenal berhasil mengamankan jasa sang pemain dengan mahar sebesar 25 juta pounds di deadline day bursa transfer Inggris.

 

Tierney mengaku ia mengalami pergolakan batin saat pindah ke Arsenal. “Kepindahan ini terasa berat bagi saya,”ujar Tierney kepada Record.
Tierney sejak masih kecil ia sudah mendukung Celtic untuk itu ia merasa sulit untuk berpaling dari raksasa Skotlandia tersebut.

 

Terdengar Kabar Bahwa Kieran Tierney Yang Belum Bisa Move On Dari Celtic

 

“Orang-orang mungkin berpikir bahwa saya punya sejumlah alasan mengapa saya pindah ke Arsenal. Tetapi mereka tidak menyadari betapa besar kepindahan ini bagi saya.”
“Saya tidak perlu menjelaskan kecintaan saya pada Celtic. Semua orang tahu bahwa ini satu-satunya klub yang saya dukung sepanjang hidup saya. Namun saya juga tidak bisa melewatkan kesempatan pindah ke klub besar di Inggris.”
Tierney juga mengatakan bahwa dia tidak menyesal memutuskan pindah ke Arsenal. Namun ia mengaku masih merindukan klub masa kecilnya tersebut.

 

“Semua orang mengatakan transfer saya ini adalah transfer yang bagus, karena saya bisa bermain bersama dan melawan pmain-pemain terbaik di dunia. Saya sendiri berlatih dengan pemain-pemain terbaik sehingga ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan saya.”
“Terkadang anda melihat perjalanan karir dan juga menimbang apa kata hati, maka saya bisa bilang kepindahan ini adalah keputusan terberat yang saya ambil. Saya tidak bisa tidur bermalam-malam karena memikirkan ini. Orang-orang di sekitar saya tahu betapa berat situasi yang saya lalui.”

 

Tierney sejauh ini baru mencatatkan dua penampilan di skuat senior Arsenal karena ia baru pulih dari cedera.
Namun sang bek menunjukkan performa yang Impresif dan diyakini bakal menjadi pemain yang krusial bagi the Gunners.

Waktu Yang Cukup Dan Lima Pemain Baru Adalah 2 Hal Yang Dibutuhkan Solskjaer

Ryan Giggs mengatakan bahwa Ole Gunnar Solskjaer membutuhkan pemain pemain yang baru untuk membangkitkan Manchester United. Solskjaer sudah membawa MU kea rah tepat, hanya memerlukan beberapa waktu dan dukungan penuh dari pihak klub.Sejak di tangan Solskjaer, MU kembali menggaungkan gagasan pembangunan kembali alias revolusi skuad. Sejak menggantikan Jose Mourinho tahun lalu, Solskjaer di anggap sebagai sosok yang paling tepat untuk memikul tugas berat tersebut.

 

akan tetapi, sayangnya sampai pada saat ini MU belum benar-benar sesuai dengan harapan. Revolusi mandek, Solskjaer tertekan. Rentetan yang dimana hasik yang buruk tidak bisa di hindari, MU mencatatkan start terburuk di Premier League dengan 9 poin dari 7 pertandingan pertama.
Kondisi ini juga sudah membuat Solskjaer merasa tertekan dan melahirkan desas-desus pemecatan. Namun, Giggs tegas menolak gagasan tersebut.

 

Waktu Yang Cukup Dan Lima Pemain Baru Adalah 2 Hal Yang Dibutuhkan Solskjaer

 

Bagi dia(Giggs, tidak ada sosok yang lebih tepat daripada Sokskjaer dalam urusan membangun MU. Solskjaer mewarisi skuad sisa pelatih sebelumnya, dia baru membeli tiga pemain yang dimana benar-benar merupakan sesuai keinginannya.Nama Tiga pemain tersebut adalah Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, dan Harry Maguire. Menurut Giggs, tiga pemain ini sudah cukup menjelaskan pendekatan dengan Solskjaer.
“Mereka (MU) membutuhkan empat atau lima pemain lagi. Solskjaer sudah membeli tiga pemain tetapi dia mungkin memerlukan tujuh atau delapan pemain baru (Total),” ujar Giggs.

 

“Namun, anda tidak bisa melakukan itu hanya dengan dalam satu bursa transfer. Jadi Anda harus bersabar, sebab proses ini bakal lambat.
“Kultur di MU sudah berubah dan apa yang coba dilakukan Solskjaer memang benar-benar di perlukan. Dia butuh waktu,”sambungnya.
Dukungan Giggs itu senanda dengan keyakinan Solskjaer. MU memang sedang dalam kondisi yang tertekan, akan tetapi Solskjaer sama sekali tidak ragu. Dia yakin timnya yang sekarang sudah kuat.

 

‘’Saya tahu bahwa kami belum memulai musim sesuai dengan harapan. Namun, kami punya jumlah poin lebih banyak dalam pertandingan pertandingan kami sejauh ini jika dibandingkan dengan pertandingan ekuivalen melawan klub-klub yang sama di musim lalu,”Kata Solskjaer.
Kami mengumpulkan dua poin lebih banyak dari pertandingan-pertandingan yang sama di musim lalu. Jadi situasinya tidak seburuk itu,’’tandasnya.

Tanggapan Maguire , Ketika Diminta Menjadi Kapten Manchester United

Seorang pemain Harry Maguire yang baru bergabung dengan Machester United di beberapa bulan yang lalu. Namun dukungan bagi dirinya untuk bertanggung jawab menjadi kapten klub terus digaungkan hingga saat ini.
Yang dimana sudah di ketahui, Maguire resmi di rekrut dari Leicester City saat bursa transfer pada musim panas lalu yang hampir di tutup. Manajemen the Red Devils harus menggelontarkan dana yang fantastis, yakni 80 juta pounds, untuk mendaratkannya di Old Trafford.

 

Maguire di harapkan menjadi solusi bagi lini pertahanan Manchester United yang keropos pada musim kemarin. Dan harapan itu terwujud, karena the Red Devil baru kebobolan enam kali dari enam laga yang telah terlewati.
Dan di info lainnya, Liverpool yang sedang menepati puncak klasemen hanya mencapai kebobolan lima gol sejauh ini. Sayangnya pencapaian Manchester United tersebut tidak dibarengi dengan torehannya di klasemen. Sejauh ini mereka masih terdampar di urutan ke 11.

 

 

Tanggapan Maguire , Ketika Diminta Menjadi Kapten Manchester United

 

 

Di pekan terakhir, banyak yang menyakini bahwa karakter seorang Maguire cocok untuk memimpin Manchester United. Sehingga desakan kepada klub untuk segera memberikannya jabatan itu semakin berkumandang kecang.
Namun umur bek yang sudah berumur 27 tahun tersebut nampaknya belum begitu percaya diri dengan kemampuannya dalam memimpin skuat saat ini. Tetap saja ia masih merasa harus membenahi beberapa aspek, terutama soal bagaimana dirinya berbicara di atas lapangan.
Itu adalah sesuatu yang harus di benahi, kepemimpinan di lapangan dan terutama, cara berbicara saya”.

 

“saya ingin sesuatu yang lebih dari para pemain, menginginkan standar, namun saya pastinya tidak berkonsentrasi kepada hal itu pada saat ini. Saya sedang fokus penuh kepada pembenahan tim dan membawa klub ini kembali ke tempat yang seharusnya,’’lanjutnya.
Sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, menggunakan jasa Maguire secara regular pada musim ini. Ia tampil dalam semua enam pertandingan yang telah dilakoni oleh the Reds bersama rekan setimnya, Victor Lindelof.

 

Diwaktu yang singkat, namun catatan kebobolan MU pada musim ini bisa di anggap impresif. Maguire yakin performanya antara dirinya dengan rekan setim lain.
“Permainannya saya akan berkembang saat saya sudah semakin mengenal dan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dengan mereka-posisi yang mereka ambil, cara mereka ingin menerima bola, dan area yang di mana saya bisa mendapatkan bola,’’tambahnya.

 

“Jadi saya tahu bahwa dimana rekan-rekan setim saya, tanpa harus melihat dan mencoba mencari mereka. Dan itu akan berkembang dan saya yakin akan berkembang selama musim berjalan, bermain dengan rekan setim lebih sering dan mengembangkan hubungan saya dengan Vic,”tandasnya.

Kali Ini Manchester United Serius Mengopsikan Pemulangan Zlatan Ibrahimovic

Berita kepulangan Zlatan Ibrahimovic ke Manchester United berpotensi besar menjadi kenyataan. Manajemen Machester United benar-benar serius mencoba menggaet kembali stiker LA Galaxy tersebut.
Zlatan adalah pemain yang pertama kali bergabung di United pada tahun 2016 silam. Ia merupakan seorang pemain yang bermain dengan sangat baik dan menghantarkan United memenangkan trofi Liga Europa dan Carabao Cup.

Namun pada awal tahun 2018 kemarin, Ziatan meninggalkan MU untuk bergabung dengan LA Galaxy. Akan tetapi Striker gaek itu beberapa kali mengatakan bahwa ia siap kembali ke OLD Trafford jika ia di butuhkan.
Menurut laporan yang ada, kemungkinan Ziatan kembali ke OLD Trafford sangat terbuka lebar. Manchester United berencana untuk merekrutnya kembali.

 

Kali Ini Manchester United Serius Mengopsikan Pemulangan Zlatan Ibrahimovic

 

Manajemen United memutuskan untuk mencoba memulangkan Zlatan setelah lini serang MU cukup mandul saat ini.
United memang mengalami kesulitan mencetak gol karena hanya mengandalkan Marcus Rashford, Anthony Martial dan Mason Greenwood. Ketika pemain striker muda itu saat ini masih mengalami kesulitan mencetak gol dengan regular, sehingga United merasa butuh striker berpengalaman untuk membantu para striker muda ini.

 

Diwaktu yang sementara ini Zlatan sendiri sudah mengemas 50 gol dari 54 penampilannya untuk LA Galaxy. Untuk itu manajemen MU merasa dirinya masih bisa menjadi tambahan yang sangat bagus pada lini serang Setan Merah.
Dikabarkan bahwa Manchester United berniat memulangkan Ziatan di bulan Januari nanti.Kontrak sang stiker akan habis pada bulan Desember akhir tahun ini. Maka dari itu mereka bisa mendatangkan sang striker tanpa mengeluarkan dana yang besar.

 

Ibra juga diberitakan masih bertantang untuk memenangkan gelar liga Inggris, sehingga ia menutup akan peluangnya kembali ke Old Trafford.
Hingga pada akhir pekan ke enam EPL kemarin, United masih tertahan dipapan tengah EPL musim ini. Dikarenakan mereka hanya mampu meraih kemenangan delapan poin dari enam pertandingan sehingga mereka tertahan di peringkat delapan klasemen sementara EPL.

Karena Cedera Sempat Membuat Wonderkid Chelsea Merasa Panik

Dimana kita tahu, kalau cedera merupakan salah satu resiko yang datang menghampiri pemain sepak bola. Walaupun bisa di katagorikan wajar, namun Wonderkid Chelsea , Mason Mount, sempat merasa ketakutan di kala mengalami cedera beberapa waktu yang lalu.
Mason Mount mangalami cedera ketika membela Chelsea menghadapi Valencia di fase grup Liga Champions beberapa waktu lalu. Karena itu, ia pun harus merasa di Tarik ke luar lapangan setelah bermain selama 16 menit saja.

Tanpa ada dirinya, Chelsea tidak bisa tampil dengan kekuatan 100 persen. Alhasil skuat asuhan Frank Lampard tersebut harus menerima hasil kekalahan 1-0 atas Valencia.
Setelah pertandingan, ia di vonis mengalami cedera pergelangan kaki. Mount sempat diragukan bakalan tampil pada saat Chelsea menghadapi Liverpool di Premier League akhir pekan kemarin.

Karena Cedera Sempat Membuat Wonderkid Chelsea Merasa Panik

 

Akan tetapi, beruntungnya bagi Mount. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya bisa ikut tampil melawan Liverpoo. Cedera yang dialaminya ternyata tidak separah yang dibayangkan sebelumnya.
Rupanya pengalaman cedera tersebut sempat membuat Mount merasakan takut yang sangat besar. Ia berpikir bahwa dirinya akan absen lama.
“Begitu saya mendapatkan cedera itu, dipikiran saya bahwa ini akan mengalami cedera yang panjang. Kami mendinginkannya dan kami membiarkannya sedikit tenang,”Ujar Mount .

“ Lalu menyadari bahwa cedera itu tidak separah yang dibayangkan pertama kali. Pada hari berikutnya saya sudah bisa berlari sedikit,” lanjutnya.
Namun Mount tidak menyangkal bahwa dirinya merasa sedih karena harus mengalami cedera di laga penting. Bagaimanapun juga, laga kontra Los Che tersebut merupakan kesempatan pertamanya untuk merasakan atmosfir Liha Champions.
“itu adalah Laga debut Liga Champions saya dan anda tak ingin segera berakhir seperti itu, naming begitulah sepak bola. Hal seperti itu terjadi,’’tambahnya.

“Saya mencoba untuk tetap positif, menantikan laga kontra Liverpool, dan menentukan tujuan untuk bisa siap demi laga tersebut. Saya rasa saya bisa pulih dengan cepat. Dan pastinya kami akan bekerja lebih keras dan saya bisa kembali bermain,”sambungnya lagi.
Mount juga menampik bahwa cedera mempengaruhi performnya kala berhadapan dengan Liverpool. “Saya pikir anda harus menghalangi hal seperti itu dari kepala dan tetap fokus pada pertandingannya,”tandasnya.

Mengapa Tak Ada Greenwood di Skuat Manchester United Kontra West Ham

 

Mason Greenwood berhasil mencatatakan apik saat Manchester United bermain di ajang Liga Europa beberapa hari yang lalu. Namun namanya tak diikutsertakan dengan skuat inti kala menghadapi West Ham di Premier League, Minggu tanggal 22-09-2019. Seorang pemain ini berumur 17 tahun berhasil menjadi pahlawan kemenangan the Red Devils saat bertemu FC Astana. Berkat gol yang di berikannya , Manchester United bisa keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.

 

Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu pun berhasil mengamankan tiga poin yang sangat penting. Sementara Greenwood sendiri mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol termuda Manchester United di kompetisi Eropa.
Namun ada keanehannya, namanya tak tercatat dalam daftar skuat saat menjalani laga melawan West Ham United di London Stadium. Padahal the Red Devils sendiri sedang kekurangan amunisi di lini depan lantaran salah satu penyerangnya, Anthony Martial yang saat itu belum bisa bermain.

 

Mengapa Tak Ada Greenwood di Skuat Manchester United Kontra West Ham

 

Sangat jelas hal tersebut banyak di pertanyaan oleh Publik. Ole Gunnar Solskjaer pun memberikan penjelasan agar semua pihak tidak salah paham.
“Dia tidak merasa baik, dia mengalami tonsilitis (radang amandel). Semoga tidak terlalu buruk,” ujar pria asal Norwegia tersebut saat ditanya mengenai absennya Greenwood kepada Sky Sports.
“Dia baru saja bermain apik pada Kamis malam (Jumat dini hari WIB), malam yang bagus, dan kami membutuhkannya pada suatu waktu jadi harapannya ia bisa segera kembali,” lanjutnya.

 

Pemain Paul Pogba juga tidak diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam pertandingan kali ini. Dimana kita tahu bahwa gelandang asal Prancis tersebut mengalami cedera sebelum jeda internasional berlangsung.Solskjaer sempat berbicara bahwa Pogba sudah mulai kembali berlatih bersama rekan-rekannya. Harapannya, mantan pemain Juventus itu bisa mendapatkan menit bermain saat Manchester United menghadapi Rochdale di ajang Carabao Cup nanti.

 

“Harapannya dia akan tersedia untuk melawan Rochdale pada tengah pekan ini, dia baru saja mulai berlatih,” tandas mantan pelatih Molde FK tersebut.Manchester United akan bertindak sebagai tuan rumah saat bertemu Rochdale di laga babak ketiga Carabao Cup tersebut. Pertandingan itu sendiri bakalan berlangsung pada Kamis, 26-09-2019dini hari nanti.

Bukti Arsenal Sudah Berkembang Dan Berubah Yang Akan Meraih Trofi!

Arsenal di kabari saat ini tidak bermain-main lagi dalam usaha mengembangkan kekuatan mereka. The Gunners sedang berevolusi meski tidak terlalu kentara, namun di tangan Unai Emery, Arsenal saat ini akan terus berkembang perlahan-lahan.
Media sosial sempat menyebutkan Arsenal akan melepas 25 pemain pada musim panas ini, mau permanen ataupun dipinjamkan. Dan terakhir adalah Henrikh Mkhitaryan di lepas ke AS Roma.

 

Dari dikeluarkannya Mkhitaryan tak hanya meringankan beban gaji Arsenal tetapi juga memberi ruang untuk pemain muda lainnya seperti Joe Willock dan Reiss Nelson. Klub London ini tanpaknya mencoba pendekatan baru dalam pembangunan skuad.
David Ospina, Nacho Monreal, Stephan Lichtsteiner, Carl Jenkinson, Calum Chambers, Laurent Koscielny, dan Mohamed Elneny yang saat ini sudah dilepas. Dan kemungkinan Shkodran Mustafi bisa saja menyusul, namun Arsenal saat ini belum menemukan pembeli yang tepat.

 

Bukti Arsenal Sudah Berkembang Dan Berubah Yang Akan Meraih Trofi!

 

Arsenal saat ini sedang sibuk dalam mendatangkan pemain-pemain yang baru. Mereka akan memecahkan rekor transfer untuk bisa mendapatkan Nicolas Pepe dengan harga 72 juta poundsterling, dan juga akan membayar mahal untuk Kieran Tierney.
Pepe membuktikan bahwa dirinya pantas dan pemain yang tepat, walaupun belum maksimal. Dia bisa membantu Alexander Lacazette mencetak gol. Tierney, di sisi lain, masih berusaha memulihkan dirinya dari cedera.
Arsenal juga mendatangkan David Luiz, Dani Ceballos dan Gabriel Marinelli. William Salib di beli namun dipinjamkan kembali ke Saint Etienne.

 

Arsenal memang membuktikan bahwa perubahan pasti terjadi. Di lihat dari perbedaan signifikan antara skuad Arsenal yang menjuarai FA Cup 2017 dengan skuad sekarang-kurang dari dua setengah tahun yang lalu.
Diwaktu itu masih di pegangan Arsene Wenger, Arsenal menurunkan skuad: Ospina; Holding, Metersacker, Monreal; Bellerin, Ramsey, Xhaka, Oxlade-Chamberlain; Ozil, Welbeck, Alexis Sanchez.
Nama-nama tersebut membuktikan hanya Holding, Bellerin, Xhaka, dan Ozil uang masih tetap bertahan. Kepergian Monreal ke Real Sociedad juga berarti pemain yang mengabdi yang terlama di Arsenal saat ini adalah Ozil, yang sudah ikut bergabung pada tahun 2013 yang lalu.
Ketika pengabdian terlama hanya berusia enam tahun, itu juga sudah cukup membuktikan bahwa Arsenal sudah terus-terusan berubah menjadi yang terbaik .

Finis Arsenal Di Bawa Tottenham Lagi Pada Musim Ini

 

Jose Mounrinho sempat menjelaskan prediksinya tentang persaingan para pemain papan atas Premier League 2019/2020. Rivalitas London Utara, dia menyakini Tottenham masih lebih kuat dari Arsenal.
Pada dua rival ini bermain dengan imbang 2-2 di Emirates Stadium di pekan lalu. Sempat tertinggal Arsenal di belakang dengan 2 gol terdahulu. Lalu perjuangan keras untuk menyamakan kedudukan lewat dua striker mereka.

 

Dua tim ini bermain sangat kuat. Tottenham tampil dengan diminan di babak pertama, tapi Arsenal membalas pada babak kedua. Dan dua tim ini belum menemukan konsistensi permainan.walaupun demikan , Mourinho tetap mendukung Tottenham sebagai yang lebih baik.
Mourinho berkata Premier League musim ini tak begitu jauh berbeda dari musim lalu. Man City dan Liverpool masih yang terkuat, lalu Tottenham sebagai tim nomor ke tiga.

Finis Arsenal Di Bawa Tottenham Lagi Pada Musim Ini

 

‘’Saya masih memilih Tottenham. Ini akan jadi persaingan Man City dengan Liverpool dan saya masih berpikir Spurs merupakan tim terbaik nomor tiga.’’ Biar begitu, saya menyukai banyak hal dalam skuad Arsenal.’’
Dan yang menjadi permasalahannya, Tottenham sendiri saat ini belum benar benar stabil. Dari jawaban yang di prediksikan Mounrinho, pasukan Mauricio Pochettino harusnya menemukan cara memperbaiki performa mereka.

 

Jamie Redknapp, dia tahu Spurs sedang bermasalah, tapi komposisi skuad mereka sudah cukup bagus untuk menyelesaikan masalah itu dan tampil dengan lebih baik lagi.
‘’Saya memilih Spurs sebab saya kira mereka akan lebih baik. Mereka punya Delle Alli, Tanguy Ndombele, dan Giovani Lo Celso yang akan segera pulih , akan tetapi mereka harus menghentikan kemerosotan ini,’’ kata Redknapp.
‘’Mereka hanya mencatatkan empat kemenangan dalam 15 laga terakhir, jadi ini bukan hanya masalah di bursa transfer. Mereka harus lebih baik lagi dan berkembang,’’tandasnya.

Jurgen Klopp Masih Tetap Menyinggung Man City, Liverpool Tidak Akan Terkalahkan

Saat ini Liverpool sedang melaku dengan kencangnya didalam tren positif sejak Premier League 2019/20. The Reads memimpin dengan poin 9, dari tiga pertandingan sejauh ini.
Liverpool mengalahkan Arsenal dengan 3-1 di Anfield. Kemenangan special ini menyamai rekor klub dengan 12 kemenangan liga beruntun, sebelum dicatat oleh Sir Kenny Dalglish pada tahun 1990.

Kini, The Reads memiliki peluang untuk melampaui rekor dalam melawan di markas Burnley, Sabtu (31/8/2019) pada malam nanti. Jurgen Klopp menegaskan timnya tidak pernah memperdulikan statistic seperti itu.
Klopp selalu melihat kedepan dan tidak mau melihat di belakang. Ia selalu fokus pada setiap pertandingan yang ada. Statistik dan sejarah bisa membantu, tapi Klopp tidak mau timnya tinggal dimasa lalu saja.

Jurgen Klopp Masih Tetap Menyinggung Man City, Liverpool Tidak Akan Terkalahkan

 

“Kami tidak pernah berpikir seperti itu. Jika tidak ada yang memberi tahu saya, saya tidak akan tahu bahwa sudah kami sudah mencatat 12 kemenangan beruntun.
‘’Saya tidak tahu kapan terakhir kali kami kalah, saya tidak tahu siapa yang kami lawan 12 pertandingan yang lalu, kami tidak pernah berpikir begitu. Kami hanya fokus pada pertandingan berikutnya.’’

Klopp tahu bahwa masa lalu hanya akan membuat timnya tertekan. Dia tidak mau tim Liverpool saat ini selalu dibandingan dengan Liverpool yang lalu, dan terlebih dibandingkan dengan Man City dalam berburu gelar juara.
‘’Yang anda lakukan adalah menginginkan kami menjalani musim ini seperti musim lalu, khususnya Man City. Yang mungkin juga harus mengantisipasi akan hal itu.’’
‘’Namun, kami tidak bisa menilai musim kami, situasi kami, membandingkannya dengan situasi Man City.’’Jika kami kehilangkan poin, maka persaingan selesai.’’
‘’Tidak bisa seperti itu, sebab kami akan menghadapi tekanan yang besar ,’’ katanya.