Untuk Memperbaiki Manchester United Membutuhkan Waktu Yang Lama

 

Banyak kritikan yang di lontarkan untuk pelatih Manchester United, Ole Sunnar Solskjaer, saat ini belum berhenti mengalir sampai sekarang. Kali ini komentar datang dari salah satu sosok yang pernah memperkuat the Red Devils, Owen Hargreaves.
Banyak kritikan yang menghampiri pria asal Norwegja tersebut cukup beralasan. Manchester United juga saat ini sedang mengalami permasalah besar , mereka mengalami kesulitan meraih kemenangan sampai saat ini.

 

Pemain Marcus Rashford dkk baru saja meraih kemenenangan 2 kali saja di saat pertandingan di ajang Premier League. Ada 3 kali poin yang terakhir mereka dapatkan dari kontra Leicester City pada pertengahan bulan September yang lalu. Krisis ini membuat Manchester United terdampar di urutan 12 klasemen sementara dengan raihan 9 poin. Semakin terpuruk jika mereka kembali menelan kekalahan pada laga berikutnya.

 

Untuk Memperbaiki Manchester United Membutuhkan Waktu Yang Lama

 

Buruknya performa Manchester United bisa di pengaruhi dengan sejumlah pemain yang mengalami cedera. Beberapa pemain seperti Paul Pogba, Anthony Martial, serta Jesse Lingard merupakan pemain yang sementara waktu harus menghuni di ruang perawatan untuk sementara waktu.Masih adapun celah kritikan Solskjaer. Owen Hargreves, yang pernah berseragam MU selama empat musim, coba menyoroti cara mantan pelatih Molde FK tersebut memilih pemain dan perannya di lapangan.

 

“satu posisi yang tak pernah dimainkan Juan Mata di Manchester United adalah pemain sayap kiri dan dia bermain di sayap kiri. Semuanya mengeluh bahwa dia bermain di sisi kanan, lalu dia bermain di kiri untuk suatu alasan, “Ujar Hargreves.
“(Andreas) Pereira adalah No. 10, dia bermain di kanan. Rashford alami masalah kepercayaan diri, kami yakin apakah dia adalah pemain No.9. Anda memiliki banyak orang yang bermain bukan di posisi aslinya,lanjutnya.
Hargreaves meminta kepada publik. Leaowo jika Manchester United kembali menuai hasil buruk di laga berikutnya. Menurutnya, permasalahan yang terjadi saat ini tidak bisa di tuntaskan dalam waktu yang dekat saja.

 

“Satu-satunya cahaya menurut saya adalah (Axel) Tuanzebe. Saya berpikir dia akan bermain dengan sangat baik,”tambah sosok yang juga pernah memperkuat Bayern Munchen tersebut.
“Namun yang lainnya sangat jauh dari apa yang anda harapkan. Saya merasa kasiham dengan fans United karena hanya masalah ini membutuhkan waktu yang lama untuk di perbaiki,”tandasnya.
Apabila jeda dari internasional berakhir, Manchester United akan kembali beraksi di ajang Premier League dengan Liverpool sebagai lawannya. Pertandingan tersebut bakalan di gelar di markas kebanggan the Red Devils, Old Trafford.

Pemain Juventus Ngambek! Maurizio Sarri Tidak Memperdulikannya

Menteri Juventus yang disetiap harinya bisa di katakana berlebih. Sehingga akan ada pemain yang bakal di berikan kesempatan bermain. Sang pelatih Maurizio Sarri akan sering mengalakkan.
Saat ini klub berjuluk bianconeri memiliki 27 pemain, terkecuali sektor bek sayap, Juventus sedikitnya memiliki satu pemain yang lebih banyak dari kebutuhannya pada setiap lini pertandingan.

 

Hal itu membuat Sarri selaku pelatih kerap melakukan rotasi pemain di setiap kesempatan. Padahal, pria ini yang di kenal sudah 60 tahun sebagai sosok tak begitu menyukai konsep merotasi pemain. Di awal musim ini, Juventus sudah di terpa dengan rumor kemungkinan sang gelandang anyar, Adrien Rabiot, hengkang pada jendela transfer nanti. Pemain asal Prancis sejauh ini lebih sering menjadi penghias bangku cadangan meskipun dalam dua laga belakang tampil sejak menit awal.

 

Pemain Juventus Ngambek! Maurizio Sarri Tidak Memperdulikannya

 

Masalah pemain yang merajuk meminta di mainkan tentu akan menjadi rintangan bagi Juventus untuk meraih trofi Scudetto musim ini. Apabila tidak di ladeni, pemain akan merasa kesal dan membuat suasana semakin buruk.
Namun bagi Sarri tidak menjadi masalah bagi dia, melainkan dia bertanggapan bahwa pemain yang tidak mendapatkan jatah untuk bermain memberikan keuntungan tersendiri bagi timnya.
“Saya tak perlu menyakinkan pemain, saya harus membuat keputusan. Ini merupakan hal yang adil jika pemain marah bila tidak dimainkan dan saya menganggapan itu meruoakan reaksi positif ketimbang negative.’’

 

“Tugas saya adalah membuat keputusan, saya tak bisa mengurusi soal bagaimana pemain beraksi. Kekesalan mereka mungkin sebagai penampakan positif dari ambisi,”lanjutnya.
Karena materi makin banyak, Sarri saat ini menjadi dilema dalam memilih pemain. Pada posisi belakang striker dalam formasi 4-3-1-2, mantan pelatih Chelsea tersebut mengaku kesulitan memberikan jatah bermain kepada Federico Bernardeschi.
Eks penggawa Fiorentina tersebut tampil apik kala Juventus bertemu Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions. Dan ia sempat mencetak gol pada laga tersebut. Namun sementara Ramsey tampil apik dalam tiga laga sebelumnya.

 

“Sayangnya, saya kesulitan dalam menggunakan Bernardeschi di peran yang sangat cocok untuknya. Saya berpikir apa yang ia lakukan melawan Bayer Leverkusen sangat sesuai dengannya, dia tampil dengan apik dan sudah berkembang di sesi latihan juga,”.
“apa dia akan bermain pada esok hari, saya lebih memilih untuk memberitahunya secara langsung daripada melalui media sosial. Itu adalah bentuk hormat yang setiap pelatih miliki kepada pemainnya,”tandasnya.

Ada 2 Ungkapan Penyesalan Terbesar Dari Marchisio

Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, saat ini mengungkapkan dua penyesalan yang terbesar di dunia sepak bola. Salah satunya adalah kegagalan meraih trofi Liga Champions. Marchisio dan Juventus memiliki ikatan yang sangat erat. Dan ia juga sudah menjadi bagian dari klub berjuluk Bianconeri tersebut yang sudah dari tahun 1993. Yang lebih tepatnya di saat dirinya masih berumur tujuh tahun. Marchisio adalah produk binaan akademi Bianconeri.

 

Pada tahun 2005, ia berhasil menembus skuat utama dan menjadi bagian yang penting dalam perjuangan Juventus kembali ke Serie A pasca kasus Calciopoli. Marchisio juga berperan penting dalam keberhasilan klub menjadi juara Serie A di tahun 2012 sampi sebelum pindah.
Akan tetapi sayangnya, perjalanan panjang itu harus berakhir. Sang pelatih pada saat itu, Massimiliano Allegri, tidak lagi menggunakan jasanya karena banyaknya gelandang berkualitas didalam Juventus. Marchisio pun harus melanjutkan kiprahnya di Zenit ST. Petersburg.

 

Ada 2 Ungkapan Penyesalan Terbesar Dari Marchisio

 

Di era kebangkitan ini, Marchisio pernah turut membantu Juventus mencapai babak final Liga Champions. Sayangnya, perjuangan klub raksasa Italia tersebut untuk memutus kutukan di gagalkan oleh Sang lawan, Barcelona.
Momen kegagalan itu menjadi salah satu penyesalan marchisio dalam karirnya sebagai pesepakbola profesional. Selain itu, ia juga menyesal karena tak mampu membantu Timnas Italia meraih trofi di kompetisi internasional.

 

“Penyesalan saya adalah gagal memenangkan Liga Champions bersama Juventus dan Piala Eropa bersama tim nasional,”Ujar Marchiso dalam konferensi pers terakhirnya di markas Juventus.”
Trofi Liga Champions bisa didapatkan andai marchisio pindah ke klub lain. Sewaktu Bianconeri sedang Berjaya, ada banyak sekali klub yang berusaha menggodanya pindah dari Turin. Namun karna setia Marchisio tak bisa di kalahkan dengan mudahnya.
“mimpi saya menjadi kenyataan disaat kereta untuk bergabung dengan tim utamanya Juventus mendekat. Perpisahan yang saya terima disini, distadion setahun lalu adalah perasaan yang sangat indah,”lanjutnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, marchisio juga sempat mengaku bahwa dirinya belum punya rencana apapun, namun yang pasti, dia takkan pernah masuk ke klub lain dengan posisi apapun di klub Italia kecuali Juventus.
“Keluarga saya mengajarkan untuk tidak takut dengan masa depan. Saya masih tak tahu apa yang akan saya lakukan kedepannya. Saya tak pernah mempertimbangkan situasi di italia kecuali Juventus,”tandasanya.

Tanggapan Maguire , Ketika Diminta Menjadi Kapten Manchester United

Seorang pemain Harry Maguire yang baru bergabung dengan Machester United di beberapa bulan yang lalu. Namun dukungan bagi dirinya untuk bertanggung jawab menjadi kapten klub terus digaungkan hingga saat ini.
Yang dimana sudah di ketahui, Maguire resmi di rekrut dari Leicester City saat bursa transfer pada musim panas lalu yang hampir di tutup. Manajemen the Red Devils harus menggelontarkan dana yang fantastis, yakni 80 juta pounds, untuk mendaratkannya di Old Trafford.

 

Maguire di harapkan menjadi solusi bagi lini pertahanan Manchester United yang keropos pada musim kemarin. Dan harapan itu terwujud, karena the Red Devil baru kebobolan enam kali dari enam laga yang telah terlewati.
Dan di info lainnya, Liverpool yang sedang menepati puncak klasemen hanya mencapai kebobolan lima gol sejauh ini. Sayangnya pencapaian Manchester United tersebut tidak dibarengi dengan torehannya di klasemen. Sejauh ini mereka masih terdampar di urutan ke 11.

 

 

Tanggapan Maguire , Ketika Diminta Menjadi Kapten Manchester United

 

 

Di pekan terakhir, banyak yang menyakini bahwa karakter seorang Maguire cocok untuk memimpin Manchester United. Sehingga desakan kepada klub untuk segera memberikannya jabatan itu semakin berkumandang kecang.
Namun umur bek yang sudah berumur 27 tahun tersebut nampaknya belum begitu percaya diri dengan kemampuannya dalam memimpin skuat saat ini. Tetap saja ia masih merasa harus membenahi beberapa aspek, terutama soal bagaimana dirinya berbicara di atas lapangan.
Itu adalah sesuatu yang harus di benahi, kepemimpinan di lapangan dan terutama, cara berbicara saya”.

 

“saya ingin sesuatu yang lebih dari para pemain, menginginkan standar, namun saya pastinya tidak berkonsentrasi kepada hal itu pada saat ini. Saya sedang fokus penuh kepada pembenahan tim dan membawa klub ini kembali ke tempat yang seharusnya,’’lanjutnya.
Sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, menggunakan jasa Maguire secara regular pada musim ini. Ia tampil dalam semua enam pertandingan yang telah dilakoni oleh the Reds bersama rekan setimnya, Victor Lindelof.

 

Diwaktu yang singkat, namun catatan kebobolan MU pada musim ini bisa di anggap impresif. Maguire yakin performanya antara dirinya dengan rekan setim lain.
“Permainannya saya akan berkembang saat saya sudah semakin mengenal dan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dengan mereka-posisi yang mereka ambil, cara mereka ingin menerima bola, dan area yang di mana saya bisa mendapatkan bola,’’tambahnya.

 

“Jadi saya tahu bahwa dimana rekan-rekan setim saya, tanpa harus melihat dan mencoba mencari mereka. Dan itu akan berkembang dan saya yakin akan berkembang selama musim berjalan, bermain dengan rekan setim lebih sering dan mengembangkan hubungan saya dengan Vic,”tandasnya.

Cuaca Di Inggris Menentukan Masa Depan Jurgen Klopp

Marc Kosicke, sempat mengatakan bahwa masa depan sang klien tergantung dari cuaca di Inggris. Kalau cuaca di Jerman lebih baik, tidak menuntut kemungkinan Klopp akan pindah.
Jurgen Klopp menjalani musim yang amat baik bersama dengan Liverpool. Di tahun 2015 lalu, dia telah membawa Liverpool menjadi suatu tin yang di segani di oentas Eropa.

Di musim 2018-2019 yang lalu, Jurgen Klopp memberikan gelar juara Liga Champions untuk Liverpool. The Reds juga tampil bagus di Premier League, meskipun gagal menjadi juara di akhir musim.Jurgen Klopp membuat suatu keterangan di waktu yang lalu bahwa mungkin dia akan keluar dari Liverpool pada musim depan.
Jurgen Klopp sukses menjadi manajer Liverpool. Dia kini sudah berusia 52 tahun namun masih menjalani kontrak hingga 2022. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan dia tidak meninggalkan Anfield pada musim depan.

 

Cuaca Di Inggris Menentukan Masa Depan Jurgen Klopp

 

‘’Kami masih punya waktu untuk itu. Kami akan melihat seperti apa perkembangannya dan perubahan cuaca yang lebih baik ke Inggris atau ke Jerman,’’ .
‘Marc Kosicke mengatakan bahwa cuaca juga sangat penting bagi jurgen Klopp. Dia akan membuat pertimbangan yang benar dan matang terkait akan hal ini, bukan juga hanya terkait akan hal teknis di atas lapangan.
‘’Ulla (istri Jurgen Klopp) dan Jurgen Klopp selalu bangun pagi di langit yang masih gelap.
Ketika mereka berjumpa lagi sore hari, langit juga masih gelap, mendung dan gerimis,’’ Kata Marc Kosicke.

 

Adapun perbedaan kompetisi di Inggris dengan di Eropa lain adalah libur musim dingin. Di waktu klub Eropa libur musim dingin ( paruh musim), di klub-klub Inggris justru sedang sibuk dengan rangkainan laga boxing day.
‘’Selama liburan dimusim dingin di Jerman, jika cuaca benar-benar buruk, klub pergi berlibur selama dua minggu, kemudian akan terbang ke kamp pelatih di bawah sinar matahari selama beberapa hari.’’
“Selama ini, para pelatih di Inggris haus mempersiapkan hingga 13 pertandingan. Mereka sudah kelelahan dan itu tidaklah mudah,’’ucap Marc Kosicke.
Jurgen Klopp sendiri di kabarkan masuk dalam daftar incaran beberapa klub papan atas Eropa. Mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut masuk dalam bidikan Real Madrid dan Barcelona.

Finis Arsenal Di Bawa Tottenham Lagi Pada Musim Ini

 

Jose Mounrinho sempat menjelaskan prediksinya tentang persaingan para pemain papan atas Premier League 2019/2020. Rivalitas London Utara, dia menyakini Tottenham masih lebih kuat dari Arsenal.
Pada dua rival ini bermain dengan imbang 2-2 di Emirates Stadium di pekan lalu. Sempat tertinggal Arsenal di belakang dengan 2 gol terdahulu. Lalu perjuangan keras untuk menyamakan kedudukan lewat dua striker mereka.

 

Dua tim ini bermain sangat kuat. Tottenham tampil dengan diminan di babak pertama, tapi Arsenal membalas pada babak kedua. Dan dua tim ini belum menemukan konsistensi permainan.walaupun demikan , Mourinho tetap mendukung Tottenham sebagai yang lebih baik.
Mourinho berkata Premier League musim ini tak begitu jauh berbeda dari musim lalu. Man City dan Liverpool masih yang terkuat, lalu Tottenham sebagai tim nomor ke tiga.

Finis Arsenal Di Bawa Tottenham Lagi Pada Musim Ini

 

‘’Saya masih memilih Tottenham. Ini akan jadi persaingan Man City dengan Liverpool dan saya masih berpikir Spurs merupakan tim terbaik nomor tiga.’’ Biar begitu, saya menyukai banyak hal dalam skuad Arsenal.’’
Dan yang menjadi permasalahannya, Tottenham sendiri saat ini belum benar benar stabil. Dari jawaban yang di prediksikan Mounrinho, pasukan Mauricio Pochettino harusnya menemukan cara memperbaiki performa mereka.

 

Jamie Redknapp, dia tahu Spurs sedang bermasalah, tapi komposisi skuad mereka sudah cukup bagus untuk menyelesaikan masalah itu dan tampil dengan lebih baik lagi.
‘’Saya memilih Spurs sebab saya kira mereka akan lebih baik. Mereka punya Delle Alli, Tanguy Ndombele, dan Giovani Lo Celso yang akan segera pulih , akan tetapi mereka harus menghentikan kemerosotan ini,’’ kata Redknapp.
‘’Mereka hanya mencatatkan empat kemenangan dalam 15 laga terakhir, jadi ini bukan hanya masalah di bursa transfer. Mereka harus lebih baik lagi dan berkembang,’’tandasnya.

Tawaran Dari Inggris, Namun Bukan Manchester United, Kata Bruno Fernandes

Bruno Fernandes disebut dengan pemain bidikan Manchester United pada bursa transfer musim panas tahun 2019 lalu. Banyak yang berminat pada Bruno Fernandes sampai di klub papan atas Eropa usai tampil bagus pada musim 2018-2019 untuk Sporting Lisbon. Fernandes mampu mencetak 20 gol di Liga Premier Portugal dari 33 laga yang di mainkan.
Fernandes juga bermain bagus untuk timnas Portugal. Mantan pemain Udinese dan Novara tersebut membawa Portugal menjadi juara di UEFA Nations League 2019.

 

Tawaran Dari Inggris, Namun Bukan Manchester United, Kata Bruno Fernandes

 

Fernandes saat ini mengakui bahwa sedang ada pendekatan yang serius dari klub asal inggris.
Sempat terdengar bahwa Manchester menggelontorkan dana untuk membeli Bruno Fernandes sebesar 50 juta pounds. Berdasarkan pengakuan Fernandes, tawaran yang masuk kepadanya justru dari Tottenham.
‘’Setiap tawaran tersebut tentu bagus untuk saya, tetapi Sporting tidak menganggap tawaran itu cukup besar dan saya harus menghormati keputusan tersebut.’’

 

Fernandes pada akhirnya memang urung pindah ke Tottenham hingga bursa transfer untuk klub Premier League ditutup. Tottenham memilih membeli pemain lain yakni Giovanni Lo Celso dari Real Betis.
Walaupun gagal pindah ke Inggris pada bursa transfer musim panas 2019, Bruno Fernandes belum putus asa. Dia mengaku nahwa dipindahkan ke Inggris merupakan salah satu target besar dalam karirnya. Dia masihmembuka peluang pindah ke klub Premier League.

 

“Saya tidak pernah meminta banyak. Target saya adalah bermain di klub Inggris. Sporting dan semua orang sduah tahu tentang hal itu,’’.
Ada opsi lain lagi bagi Bruno Fernandes jika ingin pindah dari Sporting Lisbon. Dikarenakan , Real Madrid sisebut berminat membeli Fernandes karena kesulitan untuk bisa membawa Paul Pogba yang tak dilepas dari Manchester United.

Di Kabarkan : Pogba Akan Bertahan Di MU

http://agendewa303.com/?p=1687&preview=truePengakuan dari Patrice Evra bahwa Paul Pogba akan tetap bertahan di Manchester United. Namun, dia tidak bisa memprediksikan bahwa pemain satu ini akan bertahan berapa lama di raksasa Premier League tersebut.
Pogba di kabarkan akan meninggalkan United pada musim panas ini. Di beritakan juga mantan klub nya Juventus dan Real Madrid akan merekrut Pogba.

 

Madrid memindahkan Pogba ke Santiago Bernabeu sebelum bursa transfer Eropa yang akan di tutup pada tanggal 2 September. Namun, United diyakinkan akan mematok harga yang lebih tinggi untuk Pogba.
Pogba sanggup tampil dalam 3 pertandingan pertamanya di klub Setan Merah di Premier League. Ia mendapatkan banyak kritikan karena gagal mengeksekusi penalti disaat melawan Wolverhampton.

 

Di Kabarkan : Pogba Akan Bertahan Di MU

 

Evra sebelumnya memprediksikan Pogba tidak akan merasa dicintai di Manchester. Namun, mantan bek kiri Setan Merah ini menyarankan rekan senegaranya untuk tetap bertahan di United.
“Paul sedang fokus, Paul ada di Manchester dan dia akan bertahan di Manchester,’’’Kata Evra.

 

“Sudah ada diskusi, tapi itu bagus untuk klub dan juga bagus untuk dirinya. Sekarang kita harus lebih fokus, kita akan melihat selama bertahun-tahun jika dia bertahan, tapi sekarang akan sulit baginya untuk meninggalkan Manchester.
‘’pergi pada akhir bursa transfer ketika musim sudah dimulai . Saya harap dia akan memilki musim yang hebat bersama Manchester.”

 

Evra sangat senang apabila sang pemain ingin terus bertahan di Old Trafford. Namun di apabila sang pemain ingin meninggalkan grup, Evra tidak bisa menahannya.
‘’Saya tidak terpecah. Paul, dia saudara saya, jadi dia yang terbaik untuk saya. Jika dia tidak bahagia di Manchester, saya akan menyuruh Paul pergi,” katanya.
“Jika dia senang di Machester, saya akan memberitahu dirinya untuk tetap bertahan.”

Dikabarkan Hanya Menjadi Cadangan Di Juventus, Paulo Dybala Belum Berencana Ke PSG


Agen Paulo Dybala menegaskan bahwa hingga kini belum ada rencana dari pihaknya untuk terbang ke Paris. Situasi Dybala di Juventus memang menjadi sorotan sepanjang musim panas ini. Bintang asal Argentina kali ini gagal terwujud untuk berpindah. Belakangan ini muncuk berita yang mengaitkan Dybala dengan PSG, yang akan menjadikan Dybala sebagai pengganti Neymar yang besar kemungkinan hengkang.

 

Dikabarkan Hanya Menjadi Cadangan Di Juventus, Paulo Dybala Belum Berencana Ke PSG

 

Spekulasi mengenai masa depan Dybala makin memanas setelah pemain yang berumur 25 tahun ini menjadi cadangan ketika dalam pertandingan Juventus dengan Parma, Sabtu 24/08/2019 kemarin.
Dimana Juventus lebih memilih memainkan Gonzalo Higuain di lini depan. Walaupun demikian, agen Dybala mengatakan taka da rencana pembicaraan dengan PSG dalam waktu dekat. “ Taka da kunjungan ke Paris dalam waktu dekat yang sudah direncanakan,” ungkap agen Dybala, Jorge Antun kepada Tuttosport.

 

“Dia hanya perlu menikmati momen, karena kami tak tahu apa yang bisa terjadi di masa depan,” lanjutnya.
Dybala dikabarkan hampir bergabung dengan Manchester United dan Tottenham sebelum kesepakatan gagal tercapai. Kegagalan ini disebabkan oleh permintaan komisi dengan nilai 15 juta euro serta dengan nilai gaji yang tinggi. Namun Antun membantah rumor tersebut. “Saya memang berbicara dengan klub Inggris, tapi cerita soal lomisi tidaklah benar. Hanya ada masalah dari kedua klub.
Juventus sendiri sukses meraih kemenangan 1-0 di markas Parma berkat gol tunggal yang dicetak sang kapten, Giorgio Chiellini.

Indikasi Messi Absen di Laga Perdana Barcelona Semakin Kuat

 

Barcelona akan menjalani laga di pekan perdana La Liga dalam kondisi pincang. Pasalnya Ernesto Valverde selaku pelatih enggan memaksa sang bintang, Lionel Messi, turut serta dalam partai tersebut.

Resmi pertama Barcelona di musim 2019/20 ini bakal digelar pada hari Sabtu (17/08/2019). Athletic Bilbao sebagai lawannya. Laga akan digelar di markas Los Leones, stadion San Mames Barria.

 

Messi dikabarkan tidak turut serta dalam latihan tersebut guna memulihkan diri dari cedera betis. Messi juga tidak ikut dalam tur pramusim Barcelona ke Amerika Serikat. Ia harus absen dalam laga ujicoba melawan Napoli sebanyak dua kali berturt-turut.

Valverde mengaku enggan mengambil resiko dengan memaksa Messi bermain dalam laga kontra Atheltic Bilbao nanti. Ia masih melihat situasinya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

 

Indikasi Messi Absen di Laga Perdana Barcelona Semakin Kuat

 

“Kami takkan mengambil resiko dengan siapapun pemainnya, Jika dia adalah Messi, Tutur Valverde.”kami akan lihat bagaimana dia berlatih, tapi dia belum pernah berlatih atau bermain dengan tim.”

“Melakukan pemulihan individual tidak sama dengan bermain di satu pertandingan proses pemulihan berjalan dengan baik tapi kami harus menunggu sampai sesi latihan, “ lanjutnya.

 

Musim lalu, Valverde berhasil mengantarkan Lionel Messi dkk meraih gelar La Liga untuk kedua kalinya berturut-turut. Namun prestasi yang serupa tidak terlihat di ajang bergengsi lainnya, Liga Champions.

Klub berjuluk Blaugrana itu selalu kandas dalam situasi comeback, di mana mereka sudah meraih kemenangan telak di leg pertama namun kalah telak pada pertemuan kedua.

 

Valverde menjadi sasaran kritik atas kegagalan tersebut. Namun ia merasa pencapaiannya selama dua tahun terakhir tak bisa dikatakan berada di luar jalur yang tepat.

“Kami bermain luar biasa di beberapa laga musim lalu, ada tidak bagusnya, tapi bila saya melihat kembali ke dua tahun sebelumnya, saya pikir kami kalah dalam empat laga yang sebagian besar terjadi saat kami sudah menjadi juara. Jadi , saya pikir kami sudah melakukan hal yang tepat, tandasnya.