AC Milan Di Kabarkan Sempat Nyaris Bangkrut

 

Terjatuhnya AC Milan pada saat ini kelihatan jelas di depan mata. Akan tetapi banyak yang belum mengetahui bahwa klub raksasa Serie A ini nyaris mengalami kebangkrutan sebelum Ivan Gazidis datang.
Sebenarnya, adanya tanda-tanda masalah di finansial dalam tubuh klub berjuluk Rossoneri tersebut yang sudah terlihat sejak lama. Semuanya berawal disaat mantan pemilik klub, Silvio Berlusconi, memutuskan untuk menjual saham mayoritasnya ke publik.

Penguhasa besar dari China, Yonghong Li, kemudian mengambil alih klub tersebut dan langsung menyuntik dana segar. Milan sampai bisa menggelontarkan dana sebesar 172 juta pounds untuk memboyong 11 pemain sekaligus.
Namun sayangnya, perombakan tim secara besar-besar tidak menggaransi kesuksesan untuk Rossoneri. Mereka tetap saja gagal menembus empat besar. Kepemilikan Milan yang lalu berpindah ke tangan Elliott Management karena Yonghong Li terlilit dengan hutang.

 

AC Milan Di Kabarkan Sempat Nyaris Bangkrut

 

Di musim yang lalu, klub tersebut coba menipiskan anggaran belanjanya. Walaupun pada akhirnya mereka tetap mengeluarkan uang sebesar 167 juta pounds karena harus membeli Krzysztof Piatek dan Lukas Paqueta dib bulan Januari.
Mereka menipiskan belanjanya dan Rafael Leao merupakan pembelian yang termahal Rossoneri mencatatkan pengeluaran sebesar 91.8 juta pounds pada musim ini.

 

Direktur Milan ini Ivan Gazidis, mengungkapkan bahwa tim manajemen diwarisi tugas untuk menyelamatkan Rossoneri dari jurang kebangkrutan.
“Kami mewarisi sebuah klub yang beresiko bangkrut dan bisa terlempar ke Serie B seperti Parma dan Fiorentina.  utang yang membawa kami keluar dari kejuaraan. Kami diharuskan menghadapi kesulitan, itu terbantahkan, “Ujarnya.
Gazidis tetap menegaskan bahwa target Milan saat ini adalah bangkit. Salah satunya adalah dengan berinvestasi di pembuatan stadion bersama rival sekota, Inter Milan.

 

“Jalan terjal, namun kami harus bersabar. Kemungkinan kesalahan tersebut akan terjadi kembali . Tekat kami adalah untuk membangkitkan Milan lagi, baik di Italia dan Eropa.”
“Kami akan melanjutkan perjalanan, kami ambisius, seperti yang terlihat dalam hasrat kami mengundang pemain baru, “tandasnya.
Baru-baru ini, mereka melakukan pergantian sosok di kursi kepelatihan.
Marcao Giampaolo, yang diangkat sebagai subtitusi Gennaro Gattuso pada bulan Mei lalu, di pecat dan di gantikan oleh Stefano Pioli.

Terdengar Kabar Bahwa Kieran Tierney Yang Belum Bisa Move On Dari Celtic

 

Terdengar pengakuan oleh Kieran Tierney. Pemain kiri Arsenal ini mengaku bahwa masih sangat berat untuk meninggalkan Glasgow Celtic di musim panas ini.
Banyak grup yang sedang mengincar jasanya sang bek ini. Namun Arsenal berhasil mengamankan jasa sang pemain dengan mahar sebesar 25 juta pounds di deadline day bursa transfer Inggris.

 

Tierney mengaku ia mengalami pergolakan batin saat pindah ke Arsenal. “Kepindahan ini terasa berat bagi saya,”ujar Tierney kepada Record.
Tierney sejak masih kecil ia sudah mendukung Celtic untuk itu ia merasa sulit untuk berpaling dari raksasa Skotlandia tersebut.

 

Terdengar Kabar Bahwa Kieran Tierney Yang Belum Bisa Move On Dari Celtic

 

“Orang-orang mungkin berpikir bahwa saya punya sejumlah alasan mengapa saya pindah ke Arsenal. Tetapi mereka tidak menyadari betapa besar kepindahan ini bagi saya.”
“Saya tidak perlu menjelaskan kecintaan saya pada Celtic. Semua orang tahu bahwa ini satu-satunya klub yang saya dukung sepanjang hidup saya. Namun saya juga tidak bisa melewatkan kesempatan pindah ke klub besar di Inggris.”
Tierney juga mengatakan bahwa dia tidak menyesal memutuskan pindah ke Arsenal. Namun ia mengaku masih merindukan klub masa kecilnya tersebut.

 

“Semua orang mengatakan transfer saya ini adalah transfer yang bagus, karena saya bisa bermain bersama dan melawan pmain-pemain terbaik di dunia. Saya sendiri berlatih dengan pemain-pemain terbaik sehingga ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan saya.”
“Terkadang anda melihat perjalanan karir dan juga menimbang apa kata hati, maka saya bisa bilang kepindahan ini adalah keputusan terberat yang saya ambil. Saya tidak bisa tidur bermalam-malam karena memikirkan ini. Orang-orang di sekitar saya tahu betapa berat situasi yang saya lalui.”

 

Tierney sejauh ini baru mencatatkan dua penampilan di skuat senior Arsenal karena ia baru pulih dari cedera.
Namun sang bek menunjukkan performa yang Impresif dan diyakini bakal menjadi pemain yang krusial bagi the Gunners.

Waktu Yang Cukup Dan Lima Pemain Baru Adalah 2 Hal Yang Dibutuhkan Solskjaer

Ryan Giggs mengatakan bahwa Ole Gunnar Solskjaer membutuhkan pemain pemain yang baru untuk membangkitkan Manchester United. Solskjaer sudah membawa MU kea rah tepat, hanya memerlukan beberapa waktu dan dukungan penuh dari pihak klub.Sejak di tangan Solskjaer, MU kembali menggaungkan gagasan pembangunan kembali alias revolusi skuad. Sejak menggantikan Jose Mourinho tahun lalu, Solskjaer di anggap sebagai sosok yang paling tepat untuk memikul tugas berat tersebut.

 

akan tetapi, sayangnya sampai pada saat ini MU belum benar-benar sesuai dengan harapan. Revolusi mandek, Solskjaer tertekan. Rentetan yang dimana hasik yang buruk tidak bisa di hindari, MU mencatatkan start terburuk di Premier League dengan 9 poin dari 7 pertandingan pertama.
Kondisi ini juga sudah membuat Solskjaer merasa tertekan dan melahirkan desas-desus pemecatan. Namun, Giggs tegas menolak gagasan tersebut.

 

Waktu Yang Cukup Dan Lima Pemain Baru Adalah 2 Hal Yang Dibutuhkan Solskjaer

 

Bagi dia(Giggs, tidak ada sosok yang lebih tepat daripada Sokskjaer dalam urusan membangun MU. Solskjaer mewarisi skuad sisa pelatih sebelumnya, dia baru membeli tiga pemain yang dimana benar-benar merupakan sesuai keinginannya.Nama Tiga pemain tersebut adalah Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, dan Harry Maguire. Menurut Giggs, tiga pemain ini sudah cukup menjelaskan pendekatan dengan Solskjaer.
“Mereka (MU) membutuhkan empat atau lima pemain lagi. Solskjaer sudah membeli tiga pemain tetapi dia mungkin memerlukan tujuh atau delapan pemain baru (Total),” ujar Giggs.

 

“Namun, anda tidak bisa melakukan itu hanya dengan dalam satu bursa transfer. Jadi Anda harus bersabar, sebab proses ini bakal lambat.
“Kultur di MU sudah berubah dan apa yang coba dilakukan Solskjaer memang benar-benar di perlukan. Dia butuh waktu,”sambungnya.
Dukungan Giggs itu senanda dengan keyakinan Solskjaer. MU memang sedang dalam kondisi yang tertekan, akan tetapi Solskjaer sama sekali tidak ragu. Dia yakin timnya yang sekarang sudah kuat.

 

‘’Saya tahu bahwa kami belum memulai musim sesuai dengan harapan. Namun, kami punya jumlah poin lebih banyak dalam pertandingan pertandingan kami sejauh ini jika dibandingkan dengan pertandingan ekuivalen melawan klub-klub yang sama di musim lalu,”Kata Solskjaer.
Kami mengumpulkan dua poin lebih banyak dari pertandingan-pertandingan yang sama di musim lalu. Jadi situasinya tidak seburuk itu,’’tandasnya.

Pemain Juventus Ngambek! Maurizio Sarri Tidak Memperdulikannya

Menteri Juventus yang disetiap harinya bisa di katakana berlebih. Sehingga akan ada pemain yang bakal di berikan kesempatan bermain. Sang pelatih Maurizio Sarri akan sering mengalakkan.
Saat ini klub berjuluk bianconeri memiliki 27 pemain, terkecuali sektor bek sayap, Juventus sedikitnya memiliki satu pemain yang lebih banyak dari kebutuhannya pada setiap lini pertandingan.

 

Hal itu membuat Sarri selaku pelatih kerap melakukan rotasi pemain di setiap kesempatan. Padahal, pria ini yang di kenal sudah 60 tahun sebagai sosok tak begitu menyukai konsep merotasi pemain. Di awal musim ini, Juventus sudah di terpa dengan rumor kemungkinan sang gelandang anyar, Adrien Rabiot, hengkang pada jendela transfer nanti. Pemain asal Prancis sejauh ini lebih sering menjadi penghias bangku cadangan meskipun dalam dua laga belakang tampil sejak menit awal.

 

Pemain Juventus Ngambek! Maurizio Sarri Tidak Memperdulikannya

 

Masalah pemain yang merajuk meminta di mainkan tentu akan menjadi rintangan bagi Juventus untuk meraih trofi Scudetto musim ini. Apabila tidak di ladeni, pemain akan merasa kesal dan membuat suasana semakin buruk.
Namun bagi Sarri tidak menjadi masalah bagi dia, melainkan dia bertanggapan bahwa pemain yang tidak mendapatkan jatah untuk bermain memberikan keuntungan tersendiri bagi timnya.
“Saya tak perlu menyakinkan pemain, saya harus membuat keputusan. Ini merupakan hal yang adil jika pemain marah bila tidak dimainkan dan saya menganggapan itu meruoakan reaksi positif ketimbang negative.’’

 

“Tugas saya adalah membuat keputusan, saya tak bisa mengurusi soal bagaimana pemain beraksi. Kekesalan mereka mungkin sebagai penampakan positif dari ambisi,”lanjutnya.
Karena materi makin banyak, Sarri saat ini menjadi dilema dalam memilih pemain. Pada posisi belakang striker dalam formasi 4-3-1-2, mantan pelatih Chelsea tersebut mengaku kesulitan memberikan jatah bermain kepada Federico Bernardeschi.
Eks penggawa Fiorentina tersebut tampil apik kala Juventus bertemu Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions. Dan ia sempat mencetak gol pada laga tersebut. Namun sementara Ramsey tampil apik dalam tiga laga sebelumnya.

 

“Sayangnya, saya kesulitan dalam menggunakan Bernardeschi di peran yang sangat cocok untuknya. Saya berpikir apa yang ia lakukan melawan Bayer Leverkusen sangat sesuai dengannya, dia tampil dengan apik dan sudah berkembang di sesi latihan juga,”.
“apa dia akan bermain pada esok hari, saya lebih memilih untuk memberitahunya secara langsung daripada melalui media sosial. Itu adalah bentuk hormat yang setiap pelatih miliki kepada pemainnya,”tandasnya.

Ada 2 Ungkapan Penyesalan Terbesar Dari Marchisio

Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, saat ini mengungkapkan dua penyesalan yang terbesar di dunia sepak bola. Salah satunya adalah kegagalan meraih trofi Liga Champions. Marchisio dan Juventus memiliki ikatan yang sangat erat. Dan ia juga sudah menjadi bagian dari klub berjuluk Bianconeri tersebut yang sudah dari tahun 1993. Yang lebih tepatnya di saat dirinya masih berumur tujuh tahun. Marchisio adalah produk binaan akademi Bianconeri.

 

Pada tahun 2005, ia berhasil menembus skuat utama dan menjadi bagian yang penting dalam perjuangan Juventus kembali ke Serie A pasca kasus Calciopoli. Marchisio juga berperan penting dalam keberhasilan klub menjadi juara Serie A di tahun 2012 sampi sebelum pindah.
Akan tetapi sayangnya, perjalanan panjang itu harus berakhir. Sang pelatih pada saat itu, Massimiliano Allegri, tidak lagi menggunakan jasanya karena banyaknya gelandang berkualitas didalam Juventus. Marchisio pun harus melanjutkan kiprahnya di Zenit ST. Petersburg.

 

Ada 2 Ungkapan Penyesalan Terbesar Dari Marchisio

 

Di era kebangkitan ini, Marchisio pernah turut membantu Juventus mencapai babak final Liga Champions. Sayangnya, perjuangan klub raksasa Italia tersebut untuk memutus kutukan di gagalkan oleh Sang lawan, Barcelona.
Momen kegagalan itu menjadi salah satu penyesalan marchisio dalam karirnya sebagai pesepakbola profesional. Selain itu, ia juga menyesal karena tak mampu membantu Timnas Italia meraih trofi di kompetisi internasional.

 

“Penyesalan saya adalah gagal memenangkan Liga Champions bersama Juventus dan Piala Eropa bersama tim nasional,”Ujar Marchiso dalam konferensi pers terakhirnya di markas Juventus.”
Trofi Liga Champions bisa didapatkan andai marchisio pindah ke klub lain. Sewaktu Bianconeri sedang Berjaya, ada banyak sekali klub yang berusaha menggodanya pindah dari Turin. Namun karna setia Marchisio tak bisa di kalahkan dengan mudahnya.
“mimpi saya menjadi kenyataan disaat kereta untuk bergabung dengan tim utamanya Juventus mendekat. Perpisahan yang saya terima disini, distadion setahun lalu adalah perasaan yang sangat indah,”lanjutnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, marchisio juga sempat mengaku bahwa dirinya belum punya rencana apapun, namun yang pasti, dia takkan pernah masuk ke klub lain dengan posisi apapun di klub Italia kecuali Juventus.
“Keluarga saya mengajarkan untuk tidak takut dengan masa depan. Saya masih tak tahu apa yang akan saya lakukan kedepannya. Saya tak pernah mempertimbangkan situasi di italia kecuali Juventus,”tandasanya.

Begini Perasaan Luis Suarez Bikin Dua Gol Dalam Comeback Barcelona

Luis Suarez yang menjadi pahlawan kemenangan Barcelona atas Inter Milan pada matchday 2 Grup F Liga Champions 2019-2020 di hari Kamis 3 Oktober 2019 dini hari WIB yang dimana dua golnya di babak kedua menuntaskan comeback Blaugrana.

Bermain di hadapan public Camp Nou, Barca sempat di kejutkan dengan gol yang melaju dengan cepat Inter di menit ke2 lewar Lautaro Martinez. Jelas, gol tersebut membuat pasukan Ernesto Valverde lebih tertekan. Mereka tidak boleh membiarkan lawan bermain bebas.

 

Akan tetapi, sayangnya barca sulit memberikan permainan terbaiknya di babak pertama. Skor 0-1 itu bertahan sampai turun minum. Pada babak kedua, Suarez membuktikan kualitasnya dengan memborong dua gol di menit ke 58 dan 84.
Dan melalui dua gol ini menuntaskan misi Barca memetik dengan kemenangan pertama di Liga Champions musin ini.

 

Begini Perasaan Luis Suarez Bikin Dua Gol Dalam Comeback Barcelona

 

Walaupun sudah mencetak dua gol kemenangan Barca, Suarez tak mau di puji seorang diri. Dia tahu kemenangan itu merupakan perjuangan tim. Ernesto Valverde, sang pelatih dengan instruksinya yang tepat.

“Dia(Valverde) meminta kami untuk bermain lebih rapi ketika menekan lawan. Terkadang kami melakukan itu dengan baik, terkadang buruk’’.‘’Karena itulah pelatih ada, untuk membetulkan kesalahan kami dan kami harus menyadari apa saja yang sedang kami lakukan.’’

 

Suarez hanya senang bisa membantu timnya. Sebagai striker, sudah tugasnya mencetak gol untuk membantu tim. Dia hanya mencoba bermain sebaik mungkin.
‘’Sebagai striker, anda selalu berusaha membantu tim anda dengan gol-gol atau assists. Kami merupakan tim terbaik di dunia dimana semuanya di lihat dengan kaca pembesar dan di lebihkan.”
“Tetap kuat, berkonsentraasi, memahami posisi kami sebagai tim yang diincar lawan, itulah mentalitas yang harus kami miliki di kompetisi ini,’’ tangkapannya.

Kali Ini Manchester United Serius Mengopsikan Pemulangan Zlatan Ibrahimovic

Berita kepulangan Zlatan Ibrahimovic ke Manchester United berpotensi besar menjadi kenyataan. Manajemen Machester United benar-benar serius mencoba menggaet kembali stiker LA Galaxy tersebut.
Zlatan adalah pemain yang pertama kali bergabung di United pada tahun 2016 silam. Ia merupakan seorang pemain yang bermain dengan sangat baik dan menghantarkan United memenangkan trofi Liga Europa dan Carabao Cup.

Namun pada awal tahun 2018 kemarin, Ziatan meninggalkan MU untuk bergabung dengan LA Galaxy. Akan tetapi Striker gaek itu beberapa kali mengatakan bahwa ia siap kembali ke OLD Trafford jika ia di butuhkan.
Menurut laporan yang ada, kemungkinan Ziatan kembali ke OLD Trafford sangat terbuka lebar. Manchester United berencana untuk merekrutnya kembali.

 

Kali Ini Manchester United Serius Mengopsikan Pemulangan Zlatan Ibrahimovic

 

Manajemen United memutuskan untuk mencoba memulangkan Zlatan setelah lini serang MU cukup mandul saat ini.
United memang mengalami kesulitan mencetak gol karena hanya mengandalkan Marcus Rashford, Anthony Martial dan Mason Greenwood. Ketika pemain striker muda itu saat ini masih mengalami kesulitan mencetak gol dengan regular, sehingga United merasa butuh striker berpengalaman untuk membantu para striker muda ini.

 

Diwaktu yang sementara ini Zlatan sendiri sudah mengemas 50 gol dari 54 penampilannya untuk LA Galaxy. Untuk itu manajemen MU merasa dirinya masih bisa menjadi tambahan yang sangat bagus pada lini serang Setan Merah.
Dikabarkan bahwa Manchester United berniat memulangkan Ziatan di bulan Januari nanti.Kontrak sang stiker akan habis pada bulan Desember akhir tahun ini. Maka dari itu mereka bisa mendatangkan sang striker tanpa mengeluarkan dana yang besar.

 

Ibra juga diberitakan masih bertantang untuk memenangkan gelar liga Inggris, sehingga ia menutup akan peluangnya kembali ke Old Trafford.
Hingga pada akhir pekan ke enam EPL kemarin, United masih tertahan dipapan tengah EPL musim ini. Dikarenakan mereka hanya mampu meraih kemenangan delapan poin dari enam pertandingan sehingga mereka tertahan di peringkat delapan klasemen sementara EPL.

Bagaimana Tanggapan Pelatih Juventus Bahwa Di Kabarkan Rabiot Merasa Resah

Dibeberapa waktu lalu, sempat beredar ada kabar bahwa Adrien Rabiot sedang merasa resah karena terlalu sering didudukkan di bangku cadangan Juventus. Maurizio Sarri selaku pelatih pun dicecer pertanyaan soal kabar tersebut.

 

Rabiot adalah salah satu dari delapan rekrut Juventus pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang asal Perancis diboyong dari PSG dengan status bebas transfer setelah kontraknya berakhir pada bulan Juni kemarin.
Posisi saat ini dia mengharapkan akan adanya pergantian dua gelandang Juventus lainnya yang sudah mulai termakan umur, seperti Blaise Matuidi dan Sami Khedira. Seperti yang sudah kita ketahui, usia mereka sudah mencapai 30 tahun di atas.

Bagaimana Tanggapan Pelatih Juventus Bahwa Di Kabarkan Rabiot Merasa Resah

 

Namun yang terlihat justru berbeda dari harapan. Matuidi dan Khedira masih sering dimainkan secara regular oleh Sarri. Akan tetapi, Rabiot yang usianya jauh lebih muda dari keduanya, lebih sering menjadi penghuni bangku cadangan.
Rabiot sampai saat ini masih mencatat satu kali penampilan sebagai starter di ajang Serie A. Penampilan perdananya itu terjadi pada hari Rabu 25/9/2019 waktu kemarin, tepatnya saat Bianconeri bertemu dengan Brescia di Stadio Mario Rigamonti.

 

Disaat beberapa waktu yang lalu, Rabiot sempat di kabarkan merasa gelisah dan resah karena terlalu sering menjadi penghias bangku cadangan ketimbang beraksi di lapangan. Sarri juga mendapatkan banyak pertanyaan seputar sang pemain di konferensi pers jelang menghadapi SPAL.
“Saya sudah pernah berkata bahwa dia bisa bermain lebih baik, dan saya merasa senang dengan bagaimana ia tampil sejauh ini,” jawab Sarri.
“Rabiot tidak bermain di tahun 2019 ini jadi dia harus bersabar, namun pada babak kedua dia sudah bermain sedikit lebih baik,”lanjut mantan pelati Chelsea.

 

PSG masih membekukan status Rabiot. Ia tak pernah terlihat lagi bermain sebagai penggawas Les Parisiens sejak bulan Desember 2018 yang lalu. Mengungkapkan keenggannya memperpanjang kontrak.
Sarri merasa Rabiot memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beradaptasi kembali dengan lapangan dan intensitas pertandingan. Selain itu, Sarri juga menganggap Rabiot belum sepenuh sudah memahami setiap skema yang ia terapkan.

 

“Kami harus membantunya, dan dia harus terbiasa dengan sepak bola dan gaya bermain kami,”.
Rabiot mempunyai peluang tampil lagi di saat Juventus bertemu dengan SPAL di ajang Serie A hari Sabtu 28/9/2019 nanti. Satu slot lini tengah diyakini akan lowong menyusul kabar soal Blaise Matuidi yang akan di turunkan sebagai bek kiri pada pertandingan tersebut.

Siap Main Lawan SPAL, Kabar Pemain Christiano Ronaldo Kembali Berlatih

Kabar yang bagus bahwa Juventus akan kembalinya seorang sang bintang, Christiano Ronaldo ke sesi latihan jelang laga kontra SPAL pada akhir pekan ini.
Sebelumnya, Ronaldo sempat absen kala Juventus bertandang ke markas Brescia tengah pekan kemarin. Tampil tanpa CR7, Bianconeri tetap sukses meraih kemenangan 2-1.
Juventus menyebut bahwa Ronaldo akan absen karena cedera. Hal ini pula yang membuat pemain 34 tahun itu absn dalam acara FIFA Football Award di Milan awal pekan kemarin.

 

Siap Main Lawan SPAL, Kabar Pemain Christiano Ronaldo Kembali Berlatih

 

Kini sang bintang Ronaldo telah kembali ke skuat Juventus. Pemain yang asal dari Portugal ini akan mengikuti sesi latihan pada hari Kamis 26 September 2019 sore hari.

ketika Juventus menjamu SPAL, Pemain Ronaldo ini kemungkinan besar akan kembali di turunkan oleh Maurizio Sarri Sabtu 28 September 2019 di malam besok.
Pemain yang absen dalam sesi latihan ini adalah Alex Sandro. Ia pulang kampong ke Brasil karena ayahnya meninggal dunia.

 

Disaat masih menjadi bawahan asuh Sarri, Juventus hingga kini belum terkalahkan. Terbaru, La Vecchia Signora sukses mengalahkan Brescia dengan skor tipis 2-1.
Meski demikian, banyak pihak yang masih mengkritik Juventus asuhan Sarri karena dinilai saat ini masih belum mampu menampilkan permainan impresif.
Ronaldo sendiri hingga kini sudah menciptakan dua gold dan satu assist dalam empat laga yang sudah ia jalani di Serie A musim ini.

Andrea Barzagli Di Kabarkan Resmi Akan Kembali Ke Juventus

 

Juventus menggumumkan bahwa mereka telah resmi menunjuk seorang pemain yang bernama Andrea Barzagli yang akan masuk dalam staf kepelatihan Maurizio Sarri.
Barzagli baru saja mengantung sepatu pada akhir musim lalu sebelumnya memperkuat Juventus sejak 2010 silam. Usia pemain ini yang sudah menginjak 38 tahun akan menjadi alasan utamanya untuk pensiun.
Karna sosok ketangguhan Barzagli yang menjadi pertahanan barisan Juventus. Barzagli mempersembahkan berbagai gelar bergengsi bagi Bianconeri termasuk delapan scudetti.

Andrea Barzagli Di Kabarkan Resmi Akan Kembali Ke Juventus

 

Hanya beberapa bulan saja pensiun , Barzagli akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Juventus, meski kali ini bukan sebagai pemain.
Lewat halaman resmi mereka pada Rabu 25 September 2019, Juventus menyatakan dan mengabarkan bahwa Barzagli akan mendapat peran spesifik sebagai kolaborator teknik tim utama asuhan Sarri.

Barzagli akan langsung memulai kembali tugas nya yang baru pada sesi latihan pertamanya di hari Kamis 26 September 2019.
Di bawah asuhan Sarri, Juventus hingga kini belum merasa terkalahkan. Terbaru, La Vecchia Signora sukses mengalahkan Brescia dengan skor tipis 2-1.
Meski demikian, banyak pihak yang masih mengkritik Juventus dengan asuhan Sarri karena di nilai belum mampu menampilkan permainan yang impresif.