Terdengar Kabar Bahwa Kieran Tierney Yang Belum Bisa Move On Dari Celtic

 

Terdengar pengakuan oleh Kieran Tierney. Pemain kiri Arsenal ini mengaku bahwa masih sangat berat untuk meninggalkan Glasgow Celtic di musim panas ini.
Banyak grup yang sedang mengincar jasanya sang bek ini. Namun Arsenal berhasil mengamankan jasa sang pemain dengan mahar sebesar 25 juta pounds di deadline day bursa transfer Inggris.

 

Tierney mengaku ia mengalami pergolakan batin saat pindah ke Arsenal. “Kepindahan ini terasa berat bagi saya,”ujar Tierney kepada Record.
Tierney sejak masih kecil ia sudah mendukung Celtic untuk itu ia merasa sulit untuk berpaling dari raksasa Skotlandia tersebut.

 

Terdengar Kabar Bahwa Kieran Tierney Yang Belum Bisa Move On Dari Celtic

 

“Orang-orang mungkin berpikir bahwa saya punya sejumlah alasan mengapa saya pindah ke Arsenal. Tetapi mereka tidak menyadari betapa besar kepindahan ini bagi saya.”
“Saya tidak perlu menjelaskan kecintaan saya pada Celtic. Semua orang tahu bahwa ini satu-satunya klub yang saya dukung sepanjang hidup saya. Namun saya juga tidak bisa melewatkan kesempatan pindah ke klub besar di Inggris.”
Tierney juga mengatakan bahwa dia tidak menyesal memutuskan pindah ke Arsenal. Namun ia mengaku masih merindukan klub masa kecilnya tersebut.

 

“Semua orang mengatakan transfer saya ini adalah transfer yang bagus, karena saya bisa bermain bersama dan melawan pmain-pemain terbaik di dunia. Saya sendiri berlatih dengan pemain-pemain terbaik sehingga ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan saya.”
“Terkadang anda melihat perjalanan karir dan juga menimbang apa kata hati, maka saya bisa bilang kepindahan ini adalah keputusan terberat yang saya ambil. Saya tidak bisa tidur bermalam-malam karena memikirkan ini. Orang-orang di sekitar saya tahu betapa berat situasi yang saya lalui.”

 

Tierney sejauh ini baru mencatatkan dua penampilan di skuat senior Arsenal karena ia baru pulih dari cedera.
Namun sang bek menunjukkan performa yang Impresif dan diyakini bakal menjadi pemain yang krusial bagi the Gunners.

Untuk Memperbaiki Manchester United Membutuhkan Waktu Yang Lama

 

Banyak kritikan yang di lontarkan untuk pelatih Manchester United, Ole Sunnar Solskjaer, saat ini belum berhenti mengalir sampai sekarang. Kali ini komentar datang dari salah satu sosok yang pernah memperkuat the Red Devils, Owen Hargreaves.
Banyak kritikan yang menghampiri pria asal Norwegja tersebut cukup beralasan. Manchester United juga saat ini sedang mengalami permasalah besar , mereka mengalami kesulitan meraih kemenangan sampai saat ini.

 

Pemain Marcus Rashford dkk baru saja meraih kemenenangan 2 kali saja di saat pertandingan di ajang Premier League. Ada 3 kali poin yang terakhir mereka dapatkan dari kontra Leicester City pada pertengahan bulan September yang lalu. Krisis ini membuat Manchester United terdampar di urutan 12 klasemen sementara dengan raihan 9 poin. Semakin terpuruk jika mereka kembali menelan kekalahan pada laga berikutnya.

 

Untuk Memperbaiki Manchester United Membutuhkan Waktu Yang Lama

 

Buruknya performa Manchester United bisa di pengaruhi dengan sejumlah pemain yang mengalami cedera. Beberapa pemain seperti Paul Pogba, Anthony Martial, serta Jesse Lingard merupakan pemain yang sementara waktu harus menghuni di ruang perawatan untuk sementara waktu.Masih adapun celah kritikan Solskjaer. Owen Hargreves, yang pernah berseragam MU selama empat musim, coba menyoroti cara mantan pelatih Molde FK tersebut memilih pemain dan perannya di lapangan.

 

“satu posisi yang tak pernah dimainkan Juan Mata di Manchester United adalah pemain sayap kiri dan dia bermain di sayap kiri. Semuanya mengeluh bahwa dia bermain di sisi kanan, lalu dia bermain di kiri untuk suatu alasan, “Ujar Hargreves.
“(Andreas) Pereira adalah No. 10, dia bermain di kanan. Rashford alami masalah kepercayaan diri, kami yakin apakah dia adalah pemain No.9. Anda memiliki banyak orang yang bermain bukan di posisi aslinya,lanjutnya.
Hargreaves meminta kepada publik. Leaowo jika Manchester United kembali menuai hasil buruk di laga berikutnya. Menurutnya, permasalahan yang terjadi saat ini tidak bisa di tuntaskan dalam waktu yang dekat saja.

 

“Satu-satunya cahaya menurut saya adalah (Axel) Tuanzebe. Saya berpikir dia akan bermain dengan sangat baik,”tambah sosok yang juga pernah memperkuat Bayern Munchen tersebut.
“Namun yang lainnya sangat jauh dari apa yang anda harapkan. Saya merasa kasiham dengan fans United karena hanya masalah ini membutuhkan waktu yang lama untuk di perbaiki,”tandasnya.
Apabila jeda dari internasional berakhir, Manchester United akan kembali beraksi di ajang Premier League dengan Liverpool sebagai lawannya. Pertandingan tersebut bakalan di gelar di markas kebanggan the Red Devils, Old Trafford.

Pemain Juventus Ngambek! Maurizio Sarri Tidak Memperdulikannya

Menteri Juventus yang disetiap harinya bisa di katakana berlebih. Sehingga akan ada pemain yang bakal di berikan kesempatan bermain. Sang pelatih Maurizio Sarri akan sering mengalakkan.
Saat ini klub berjuluk bianconeri memiliki 27 pemain, terkecuali sektor bek sayap, Juventus sedikitnya memiliki satu pemain yang lebih banyak dari kebutuhannya pada setiap lini pertandingan.

 

Hal itu membuat Sarri selaku pelatih kerap melakukan rotasi pemain di setiap kesempatan. Padahal, pria ini yang di kenal sudah 60 tahun sebagai sosok tak begitu menyukai konsep merotasi pemain. Di awal musim ini, Juventus sudah di terpa dengan rumor kemungkinan sang gelandang anyar, Adrien Rabiot, hengkang pada jendela transfer nanti. Pemain asal Prancis sejauh ini lebih sering menjadi penghias bangku cadangan meskipun dalam dua laga belakang tampil sejak menit awal.

 

Pemain Juventus Ngambek! Maurizio Sarri Tidak Memperdulikannya

 

Masalah pemain yang merajuk meminta di mainkan tentu akan menjadi rintangan bagi Juventus untuk meraih trofi Scudetto musim ini. Apabila tidak di ladeni, pemain akan merasa kesal dan membuat suasana semakin buruk.
Namun bagi Sarri tidak menjadi masalah bagi dia, melainkan dia bertanggapan bahwa pemain yang tidak mendapatkan jatah untuk bermain memberikan keuntungan tersendiri bagi timnya.
“Saya tak perlu menyakinkan pemain, saya harus membuat keputusan. Ini merupakan hal yang adil jika pemain marah bila tidak dimainkan dan saya menganggapan itu meruoakan reaksi positif ketimbang negative.’’

 

“Tugas saya adalah membuat keputusan, saya tak bisa mengurusi soal bagaimana pemain beraksi. Kekesalan mereka mungkin sebagai penampakan positif dari ambisi,”lanjutnya.
Karena materi makin banyak, Sarri saat ini menjadi dilema dalam memilih pemain. Pada posisi belakang striker dalam formasi 4-3-1-2, mantan pelatih Chelsea tersebut mengaku kesulitan memberikan jatah bermain kepada Federico Bernardeschi.
Eks penggawa Fiorentina tersebut tampil apik kala Juventus bertemu Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions. Dan ia sempat mencetak gol pada laga tersebut. Namun sementara Ramsey tampil apik dalam tiga laga sebelumnya.

 

“Sayangnya, saya kesulitan dalam menggunakan Bernardeschi di peran yang sangat cocok untuknya. Saya berpikir apa yang ia lakukan melawan Bayer Leverkusen sangat sesuai dengannya, dia tampil dengan apik dan sudah berkembang di sesi latihan juga,”.
“apa dia akan bermain pada esok hari, saya lebih memilih untuk memberitahunya secara langsung daripada melalui media sosial. Itu adalah bentuk hormat yang setiap pelatih miliki kepada pemainnya,”tandasnya.

Tanggapan Maguire , Ketika Diminta Menjadi Kapten Manchester United

Seorang pemain Harry Maguire yang baru bergabung dengan Machester United di beberapa bulan yang lalu. Namun dukungan bagi dirinya untuk bertanggung jawab menjadi kapten klub terus digaungkan hingga saat ini.
Yang dimana sudah di ketahui, Maguire resmi di rekrut dari Leicester City saat bursa transfer pada musim panas lalu yang hampir di tutup. Manajemen the Red Devils harus menggelontarkan dana yang fantastis, yakni 80 juta pounds, untuk mendaratkannya di Old Trafford.

 

Maguire di harapkan menjadi solusi bagi lini pertahanan Manchester United yang keropos pada musim kemarin. Dan harapan itu terwujud, karena the Red Devil baru kebobolan enam kali dari enam laga yang telah terlewati.
Dan di info lainnya, Liverpool yang sedang menepati puncak klasemen hanya mencapai kebobolan lima gol sejauh ini. Sayangnya pencapaian Manchester United tersebut tidak dibarengi dengan torehannya di klasemen. Sejauh ini mereka masih terdampar di urutan ke 11.

 

 

Tanggapan Maguire , Ketika Diminta Menjadi Kapten Manchester United

 

 

Di pekan terakhir, banyak yang menyakini bahwa karakter seorang Maguire cocok untuk memimpin Manchester United. Sehingga desakan kepada klub untuk segera memberikannya jabatan itu semakin berkumandang kecang.
Namun umur bek yang sudah berumur 27 tahun tersebut nampaknya belum begitu percaya diri dengan kemampuannya dalam memimpin skuat saat ini. Tetap saja ia masih merasa harus membenahi beberapa aspek, terutama soal bagaimana dirinya berbicara di atas lapangan.
Itu adalah sesuatu yang harus di benahi, kepemimpinan di lapangan dan terutama, cara berbicara saya”.

 

“saya ingin sesuatu yang lebih dari para pemain, menginginkan standar, namun saya pastinya tidak berkonsentrasi kepada hal itu pada saat ini. Saya sedang fokus penuh kepada pembenahan tim dan membawa klub ini kembali ke tempat yang seharusnya,’’lanjutnya.
Sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, menggunakan jasa Maguire secara regular pada musim ini. Ia tampil dalam semua enam pertandingan yang telah dilakoni oleh the Reds bersama rekan setimnya, Victor Lindelof.

 

Diwaktu yang singkat, namun catatan kebobolan MU pada musim ini bisa di anggap impresif. Maguire yakin performanya antara dirinya dengan rekan setim lain.
“Permainannya saya akan berkembang saat saya sudah semakin mengenal dan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dengan mereka-posisi yang mereka ambil, cara mereka ingin menerima bola, dan area yang di mana saya bisa mendapatkan bola,’’tambahnya.

 

“Jadi saya tahu bahwa dimana rekan-rekan setim saya, tanpa harus melihat dan mencoba mencari mereka. Dan itu akan berkembang dan saya yakin akan berkembang selama musim berjalan, bermain dengan rekan setim lebih sering dan mengembangkan hubungan saya dengan Vic,”tandasnya.

Bagaimana Tanggapan Pelatih Juventus Bahwa Di Kabarkan Rabiot Merasa Resah

Dibeberapa waktu lalu, sempat beredar ada kabar bahwa Adrien Rabiot sedang merasa resah karena terlalu sering didudukkan di bangku cadangan Juventus. Maurizio Sarri selaku pelatih pun dicecer pertanyaan soal kabar tersebut.

 

Rabiot adalah salah satu dari delapan rekrut Juventus pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang asal Perancis diboyong dari PSG dengan status bebas transfer setelah kontraknya berakhir pada bulan Juni kemarin.
Posisi saat ini dia mengharapkan akan adanya pergantian dua gelandang Juventus lainnya yang sudah mulai termakan umur, seperti Blaise Matuidi dan Sami Khedira. Seperti yang sudah kita ketahui, usia mereka sudah mencapai 30 tahun di atas.

Bagaimana Tanggapan Pelatih Juventus Bahwa Di Kabarkan Rabiot Merasa Resah

 

Namun yang terlihat justru berbeda dari harapan. Matuidi dan Khedira masih sering dimainkan secara regular oleh Sarri. Akan tetapi, Rabiot yang usianya jauh lebih muda dari keduanya, lebih sering menjadi penghuni bangku cadangan.
Rabiot sampai saat ini masih mencatat satu kali penampilan sebagai starter di ajang Serie A. Penampilan perdananya itu terjadi pada hari Rabu 25/9/2019 waktu kemarin, tepatnya saat Bianconeri bertemu dengan Brescia di Stadio Mario Rigamonti.

 

Disaat beberapa waktu yang lalu, Rabiot sempat di kabarkan merasa gelisah dan resah karena terlalu sering menjadi penghias bangku cadangan ketimbang beraksi di lapangan. Sarri juga mendapatkan banyak pertanyaan seputar sang pemain di konferensi pers jelang menghadapi SPAL.
“Saya sudah pernah berkata bahwa dia bisa bermain lebih baik, dan saya merasa senang dengan bagaimana ia tampil sejauh ini,” jawab Sarri.
“Rabiot tidak bermain di tahun 2019 ini jadi dia harus bersabar, namun pada babak kedua dia sudah bermain sedikit lebih baik,”lanjut mantan pelati Chelsea.

 

PSG masih membekukan status Rabiot. Ia tak pernah terlihat lagi bermain sebagai penggawas Les Parisiens sejak bulan Desember 2018 yang lalu. Mengungkapkan keenggannya memperpanjang kontrak.
Sarri merasa Rabiot memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beradaptasi kembali dengan lapangan dan intensitas pertandingan. Selain itu, Sarri juga menganggap Rabiot belum sepenuh sudah memahami setiap skema yang ia terapkan.

 

“Kami harus membantunya, dan dia harus terbiasa dengan sepak bola dan gaya bermain kami,”.
Rabiot mempunyai peluang tampil lagi di saat Juventus bertemu dengan SPAL di ajang Serie A hari Sabtu 28/9/2019 nanti. Satu slot lini tengah diyakini akan lowong menyusul kabar soal Blaise Matuidi yang akan di turunkan sebagai bek kiri pada pertandingan tersebut.

Siap Main Lawan SPAL, Kabar Pemain Christiano Ronaldo Kembali Berlatih

Kabar yang bagus bahwa Juventus akan kembalinya seorang sang bintang, Christiano Ronaldo ke sesi latihan jelang laga kontra SPAL pada akhir pekan ini.
Sebelumnya, Ronaldo sempat absen kala Juventus bertandang ke markas Brescia tengah pekan kemarin. Tampil tanpa CR7, Bianconeri tetap sukses meraih kemenangan 2-1.
Juventus menyebut bahwa Ronaldo akan absen karena cedera. Hal ini pula yang membuat pemain 34 tahun itu absn dalam acara FIFA Football Award di Milan awal pekan kemarin.

 

Siap Main Lawan SPAL, Kabar Pemain Christiano Ronaldo Kembali Berlatih

 

Kini sang bintang Ronaldo telah kembali ke skuat Juventus. Pemain yang asal dari Portugal ini akan mengikuti sesi latihan pada hari Kamis 26 September 2019 sore hari.

ketika Juventus menjamu SPAL, Pemain Ronaldo ini kemungkinan besar akan kembali di turunkan oleh Maurizio Sarri Sabtu 28 September 2019 di malam besok.
Pemain yang absen dalam sesi latihan ini adalah Alex Sandro. Ia pulang kampong ke Brasil karena ayahnya meninggal dunia.

 

Disaat masih menjadi bawahan asuh Sarri, Juventus hingga kini belum terkalahkan. Terbaru, La Vecchia Signora sukses mengalahkan Brescia dengan skor tipis 2-1.
Meski demikian, banyak pihak yang masih mengkritik Juventus asuhan Sarri karena dinilai saat ini masih belum mampu menampilkan permainan impresif.
Ronaldo sendiri hingga kini sudah menciptakan dua gold dan satu assist dalam empat laga yang sudah ia jalani di Serie A musim ini.

Andrea Barzagli Di Kabarkan Resmi Akan Kembali Ke Juventus

 

Juventus menggumumkan bahwa mereka telah resmi menunjuk seorang pemain yang bernama Andrea Barzagli yang akan masuk dalam staf kepelatihan Maurizio Sarri.
Barzagli baru saja mengantung sepatu pada akhir musim lalu sebelumnya memperkuat Juventus sejak 2010 silam. Usia pemain ini yang sudah menginjak 38 tahun akan menjadi alasan utamanya untuk pensiun.
Karna sosok ketangguhan Barzagli yang menjadi pertahanan barisan Juventus. Barzagli mempersembahkan berbagai gelar bergengsi bagi Bianconeri termasuk delapan scudetti.

Andrea Barzagli Di Kabarkan Resmi Akan Kembali Ke Juventus

 

Hanya beberapa bulan saja pensiun , Barzagli akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Juventus, meski kali ini bukan sebagai pemain.
Lewat halaman resmi mereka pada Rabu 25 September 2019, Juventus menyatakan dan mengabarkan bahwa Barzagli akan mendapat peran spesifik sebagai kolaborator teknik tim utama asuhan Sarri.

Barzagli akan langsung memulai kembali tugas nya yang baru pada sesi latihan pertamanya di hari Kamis 26 September 2019.
Di bawah asuhan Sarri, Juventus hingga kini belum merasa terkalahkan. Terbaru, La Vecchia Signora sukses mengalahkan Brescia dengan skor tipis 2-1.
Meski demikian, banyak pihak yang masih mengkritik Juventus dengan asuhan Sarri karena di nilai belum mampu menampilkan permainan yang impresif.

 

Mengapa Tak Ada Greenwood di Skuat Manchester United Kontra West Ham

 

Mason Greenwood berhasil mencatatakan apik saat Manchester United bermain di ajang Liga Europa beberapa hari yang lalu. Namun namanya tak diikutsertakan dengan skuat inti kala menghadapi West Ham di Premier League, Minggu tanggal 22-09-2019. Seorang pemain ini berumur 17 tahun berhasil menjadi pahlawan kemenangan the Red Devils saat bertemu FC Astana. Berkat gol yang di berikannya , Manchester United bisa keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.

 

Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu pun berhasil mengamankan tiga poin yang sangat penting. Sementara Greenwood sendiri mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol termuda Manchester United di kompetisi Eropa.
Namun ada keanehannya, namanya tak tercatat dalam daftar skuat saat menjalani laga melawan West Ham United di London Stadium. Padahal the Red Devils sendiri sedang kekurangan amunisi di lini depan lantaran salah satu penyerangnya, Anthony Martial yang saat itu belum bisa bermain.

 

Mengapa Tak Ada Greenwood di Skuat Manchester United Kontra West Ham

 

Sangat jelas hal tersebut banyak di pertanyaan oleh Publik. Ole Gunnar Solskjaer pun memberikan penjelasan agar semua pihak tidak salah paham.
“Dia tidak merasa baik, dia mengalami tonsilitis (radang amandel). Semoga tidak terlalu buruk,” ujar pria asal Norwegia tersebut saat ditanya mengenai absennya Greenwood kepada Sky Sports.
“Dia baru saja bermain apik pada Kamis malam (Jumat dini hari WIB), malam yang bagus, dan kami membutuhkannya pada suatu waktu jadi harapannya ia bisa segera kembali,” lanjutnya.

 

Pemain Paul Pogba juga tidak diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam pertandingan kali ini. Dimana kita tahu bahwa gelandang asal Prancis tersebut mengalami cedera sebelum jeda internasional berlangsung.Solskjaer sempat berbicara bahwa Pogba sudah mulai kembali berlatih bersama rekan-rekannya. Harapannya, mantan pemain Juventus itu bisa mendapatkan menit bermain saat Manchester United menghadapi Rochdale di ajang Carabao Cup nanti.

 

“Harapannya dia akan tersedia untuk melawan Rochdale pada tengah pekan ini, dia baru saja mulai berlatih,” tandas mantan pelatih Molde FK tersebut.Manchester United akan bertindak sebagai tuan rumah saat bertemu Rochdale di laga babak ketiga Carabao Cup tersebut. Pertandingan itu sendiri bakalan berlangsung pada Kamis, 26-09-2019dini hari nanti.

Real Madrid Mempertimbangkan Xabi Alonso Sebelum Menganti Zidane

 

Manajemen Real Madrid akan memberitakan pertimbangan sejumlah opsi pengganti Zinedine Zidane. Mereka diyakini sedang mempertimbangkan untuk menjadikan Xabi Alonso sebagai manajer yang baru di Real Madrid.
Akhir-akhir ini, Real Madrid tengah mengalami periode inkonsisten. Yang terbaru, mereka akan tumbang di tangan PSG dengan skor telak 3-0.
Performa buruk EL Real ini mulai membuat menajemen Madrid resah. Mereka diberitakan mulai mempertimbangkan untuk mencari pengganti Zidane dalam waktu dekat.

Kubu Los Blancos sudah mulai mengantongi beberapa nama untuk pemain pengganti Zidane. Salah satunya merupakan mantan pemain mereka, Xabi Alonso.
Dari berita tersebut mengklaim bahwa salah satu pertimbangan Real Madrid ingin menggunakan jasa Alonso adalah karena sang pemain mengenal klub luar dan dalam.

 

Real Madrid Mempertimbangkan Xabi Alonso Sebelum Menganti Zidane

 

Alonso pemain yang pernah berkarir cukup lama di Santiago Bernabeu. Ia sudah 5 tahun membela El Real sebelum pindah je Bayern Munchen di tahun 2014 silam.
Alonso sendiri juga sempat melatih tim Real Madrid U-14 sehingga ia dinilai punya pengetahuan yang mendalam di skuat El Real.
Informasi yang didapatkan, Presiden Real Madrid, Florentino Perez adalah sosok yang mengusulkan nama Alonso.

Sang Presiden merasa sangat kagum dengan kecerdasan Alonso. Ia mempercayai pelatih ini yang berumur 37 tahun mampu memadai untuk menjadi seorang manajer yang top.
Selain dari pada itu pengalamannya diyakini semakin kaya usai membesut real Sociedad B, sehingga Perez ingin mencoba Alonso untuk menjadi manajer baru mereka.
Selain Alonso, ada beberapa nama yang lain di rumorkan akan menjadi kandidat pelatih El Real.

Pada Pertandingan Barcelona VS Valencia, Apakah Luis Suarez Akan Kembali?

Kabar gembira datang bagi Barcelona. Mereka saat ini diyakini sudah bisa di perkuat oleh Luis Suarez pada saat berhadapan dengan Valencia di akhir pekan ini.
Barcelona akan menghadapi laga yang berat pada laga kali ini. Mereka akan menjamu salah satu pemain kuda hitam Spanyol, Valencia di Camp Nou pada Jornada keempat La Liga.

Pada 3 laga tersebut sebelumnya, Barcelona memang tidak tampil maksimal. penyebab salah satunya adalah absennya beberapa pemain kunci mereka, termasuk sosok stiekr utama mereka yaitu pemain Luis Suarez.

Pada Pertandingan Barcelona VS Valencia, Apakah Luis Suarez Akan Kembali?

Namun AS mengklaim bahwa lini serang Barcelona akan di perkuat dan bertambah di jelang laga ini,dikarenakan Luis Suarez diklaim sudah bisa bermain di pertandingan kali ini.
Pemain Suarez sendiri mengalami cedera pada Jornada pertama La Liga. Di saat Achilles mengalami cedera dan di perkirakan akan absen untuk waktu yang cukup lama.

 

Di laporkan bahwa kondisi pemain Suarez mulai membaik. Dan di jadwalkan sudah memulai berlatih diskuat Barcelona secara penuh pada akhir pekan ini.
Jika semuanya lancar, maka Suarez diyakinkan sudah bisa bermain saat akan berhadapan di pertandingan dengan Valencia.

 

Selain Suarez yang akan tampil, melainkan Lionel Messi juga diyanini berpotensi kembali lagi pada akhir pekan ini.
Pemain Lionel Messi juga di kabarkan mengalami cedera pada bagian betisnya. Maka dari itu dia mengabsenkan diri di tiga jornada pertama La Liga.

 

Namun Messi di kabarkan akan di pantau terlebih dahulu kondisinya sebelum di berikan kesempatan untuk mengikuti latihan kembali demi mengurangi resiko cedera kambuh.