Ada Apa Dengan Gareth Bale, Pulang Sendirian dari Kandang Vallecano?

Masa depan Gareth Bale di Real Madrid semakin banyak dipertanyakan. Terbaru, bintang asal Wales tersebut telah memutuskan untuk pulang sendirian setelah Real Madrid dikalahkan Rayo Vallecano. Sebagaimana diketahui, Real Madrid secara mengejutkan berhasil dikalahkan ketika lawan tandang ke Campo de Futbol de Vallecas, Senin (29/4/219) dini hari tadi. Pasukan Zinedine Zidane tersebut kalah tipis dengan skor 0-1 karena gol tunggal pinalti dari Adri Embrada pada menti ke-23.

 

Setelah kekalahan tersebut, banyak rumor yang berkembang mengenai masa depan Gareth Bale. Bahkan, dilansir oleh Marca, mantan pemain Tottenham tersebut lebih memilih untuk meninggalkan rombongan dan pulang sendirian dari tempat pertandingan. Dikabarkan oleh Marca, Gareth Bale tidak ikut bersama dengan rekan setimnya yang menggunakan bus untuk pulang dari stadion. Gareth Bale dikabarkan memilih untuk naik mobil pribadi dan menuju bandara dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat pribadi.

 

Dalam kabar yang sama juga ditambahkan bahwa Gareth Bale telah mendapatkan izin dari sang Pelatih Zinedine Zidane untuk berpisah dengan rekan setimnya tersebut. Namun tetap saja situasi pada saat itu semakin memanaskan rumor kepergian sang bintang pada akhir musim nanti. Ketika konferensi pers, Zinedine Zidane ditanya oleh wartawan mengenai situasi Gareth Bale tersebut. Dalam jawabannya, pelatih asal Prancis tersebut justru seakan mengindikasikan bahwa Gareth Bale memiliki sesuatu dan masa depannya masih belum dapat dipastikan. Saya tidak tahu apakah Gareth Bale akan fokus dengan tim, anda harus menanyakkan hal tersebut sendiri kepadanya, ujarnya.

 

Kekalahan atas Rayo Vallencano ini sendiri sempat membuat Zinedine Zidane begitu marah kepada para pemainnya. Dan dalam konferensi pers, Zinedine Zidane tidak menutupi bahwa dia tidak senang dengan apa yang ditampilkan oleh anak asuhnya pada pertandingan tersebut. Zinedine Zidane pun tak membantah jika ia marah. Kami tidak melakukan apapun. Tak melakukan apapun pada level manapun. Terkadang anda gagal dalam mencetak gol, tapi kami tidak melakukan apapun.

 

Saya sangat marah karena hal ini merupakan gambaran terburuk , dan saya akan bertanggung jawab. Ini semua berjalan dengan buruk, sikap dan permainannya, tandasnya. Saya selama ini selalu membela para pemain-pemain saya, tapi tidak untuk kali ini. Kami tidak bisa bermain dengan cara seperti ini. Tapi saya juga akan bertanggung jawab, tegasnya.

Ronaldo Cetak Gol Ke 600nya Sebelum Messi

Ronaldo Cetak Gol Ke 600nya Sebelum Messi – Cristiano Ronaldo membuat rekor baru pada pertandingan Juventus melawan Inter Milan. Mega bintang asal Portugal tersebut saat ini sudah berhasil mengumpulkan 600 gol di level klub. Ronaldo berhasil membawa Juventus menuju kemenangan saat bertandang ke markas Inter Milan. Bermain di Giuseppe Meazza dalam pertandingan pekan ke 34 Serie A, Minggu 28 April 2019 dini hari WIB, Ronaldo berhasil mencetak gol pada menit ke 62 dan berhasil membawa Bianconeri mendapatkan hasil 1-1.

 

Gol tersebut menjadi gol ke 20 Ronaldo di Serie A pada musim ini. Secara keseluruhan, dia mencatatkan 27 gol untuk Juventus pada musim ini di semua kompetisi. Jika ditotal, Ronaldo saat ini sudah berhasil mencetak gol ke 600nya sepanjang kariernya di level klub. Dia mencapai 600 gol lebih cepat dari Lionel Messi yang baru mencapai 597 gol bersama Barcelona.

 

Ronaldo berhasil mencetak 5 gol saat masih bermain untuk Sporting C.P. Saat pindah ke Manchester United, pemain dengan julukan CR7 berhasil mencetak 118 gol. Produktifitas sang penyerang meningkat saat dia berkostum Real Madrid, sembilan tahun bermain bersama Los Blancos, Ronaldo mencatatkan 450 gol.

Liverpool Akhiri Musim Dengan Kepala Tegak Walau Gagal Juara

Liverpool Akhiri Musim Dengan Kepala Tegak Walau Gagal Juara – Liverpool saat ini terus menempel Manchester City pada klasemen Premier League. Seandainya mereka tidak menjadi juara, The Reds akan tetap mengakhiri musim ini dengan kepala tegak. Pada klasemen sementara Premier League, Liverpool masih menempati posisi kedua. Mereka berhasil mengumpulkan 88 poin. Klub dengan julukan Si Merah ini baru kembali di susul oleh Man City yang saat ini memuncaki klasemen dengan catatan 89 poin.

 

Pada 3 laga yang tersisa, Man City dan Liverpool akan melawan tim tim yang dimana bisa di katakana bisa mereka taklukkan. City menyisahkan laga melawan Burnley, Leicester City dan juga Brighton & Hove Albion. Sedangkan untuk Liverpool akan melawan Huddersfield, Newcastle United dan Wolverhampton Wanderers.

 

Menjelang laga melawan Huddersfield, bek Liverpool, Virgil van Dijk menegaskan mereka hanya akan fokus untuk memenangkan laga berikutnya. “Kita bukan mempersiapkan diri untuk menjadi yang kedua. Kami mempersiapkan diri untuk laga berikutnya. Bagi kami sekarang adalah pertandingan melawan Huddersfield” ungkapnya.

 

“Ini mungkin akan dianggap sebagai laga formalitas karena mereka sudah di pastikan akan terdegradasi. Tapi kami akan bermain di kandang, sehingga kami akan menunjukan apa yang sudah kami lakukan sepanjang musim ini” tambahnya. “Setelah itu kami akan mulai menyiapkan diri untuk laga yang sedikit lebih berat di Barcelona. Begitu cara kami memandangnya. Jika kami memenangkan semua laga hingga akhir musim dan gagal mendapatkan gelar juara, kami akan tetap berdiri dengan tegak dan memastikan diri kami akan tetap kuat pada musim depan” lanjut van Dijk.

Old Trafford Sudah Tidak Angker Untuk Man City

Old Trafford Sudah Tidak Angker Untuk Man City – Manajer Man City, Pep Guardiola mengatakan jika Old Trafford sudah bukan tempat yang angker untuk kubu Man City. Tim dengan julukan The Citizens saat ini sudah berkembang dengan sangat baik. Dulu City adalah tim yang dimana Level nya selalu ada di bawah Manchester United. Sejak 1974 sampai 2008, City tidak mendapatkan kemenangan 1 pun di Old Trafford.

 

Perlahan City berhasil membalikan keadaan, City saat ini sudah nyaris selalu menjadi salah satu perebutan pemenang gelar juara Premier League. Kubu Setan Merah malah jurstu mulai menurun. Dalam tujuh lawatan ke Old Traffod di Premier League, Sergio Ramos DKK berhasil memetik 5 kemenangan, satu hasil imbang dan 1 kekalahan. “Faktanya adalah klub kami selalu berkembang dalam satu decade terakhir. Jadi saat ini sudah tidak menakutkan ada di sana” ungkap Guardiola.

 

“Sebelum itu mungkin akan memang sulit.  Para pemain Manchester City dalam sedekade ini membuat pertandingan dengan mereka lebih setara” lanjutnya. City membawa misi patut menang dalam laga Derby Manchester ini. Jika gagal mereka akan kesulitan untuk menjalani persaingan gelar juara Premier League melawan Liverpool. City saat ini menduduki posisi kedua dengan 86 poin dari 34 laga, sedangkan The Reds memuncaki klasemen dengan 88 poin dari 35 laga.

Paris Saint Germain Kunci Gelar Ligue 1 Lebih Awal

Paris Saint Germain Kunci Gelar Ligue 1 Lebih Awal – Walaupun belum bertanding, Paris Saint Germain sudah di pastikan mengunci gelar juara Liga Prancis. PSG dipastikan menjadi juara setelah pesaing terdekat mereka, Lille mendapatkan hasil imbang. PSG baru akan bermain melawan AS Monaco pada Senin 22 April 2019 dini hari WIB. Kepastian gelar ini di pastikan setelah pemegang posisi runner up, Lille harus tertahan imbang tampa gol saat melawan Toulouse.

 

Saat ini PSG berhasil mengumpulkan 81 poin dari 32 laga yang mereka jalani, unggul 16 angka dari Lille yang menduduki posisi runner up. Dengan hanya tersisa 5 pertadingan tersisa untuk Lille, tidak mungkin mereka bisa mengejar PSG. PSG sebetulnya sudah bisa mengunci gelar juara Ligue 1 sejak sepekan lalu. Tapi sayang mereka malah harus terpeleset saat melawan Lille dna juga Nantes, padahal gelar sudah di depan mata mereka.

 

Ini akan menjadi gelar Ligue 1 keenam mereka sejak tujuh musim terakhir, setelah diakuisisi oleh Qatar Sports Investment. Les Parisens hanya mengalami satu kegagalan pada musim 2016/2017 dimana saat itu AS Monaco yang maju menjadi juara. Pada musim itu Monaco berhasil di perkuat oleh pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Fabinho, Bernardo Silva dan juga Tiemoue Bakayoko. Walaupun bisa tampil dengan dominan pada liga domestic, sayang PSG masih gagal untuk menunjukan taring mereka di kancah Eropa. Mereka sudah mendatangkan banyak pemain bintang bahkan memecahkan transfer saat mendatangkan Neymar dan juga Mbappe. Les Parisiens masih tidak bisa memenangkan Liga Champions. pada musim ini mereka bahkan terhenti pada babak 16 besar setelah di kalahkan oleh Manchester United.

Pellegrini Masih Dianggap Lebih Baik Dari Pep Di Liga Champions

Pellegrini Masih Dianggap Lebih Baik Dari Pep Di Liga Champions – Pep Guardiola kembali gagal membawa Manchester City untuk maju menjadi juara Liga Champions. itu artinya Manuel Pellegrini masih menjadi manajer terbaik City pada ajang kompetisi ini. City kembali harus terhenti pada babak perempat final Liga Champions setelah hanya memenangkan laga melawan Tottenham dengan skor 4-3 pada leg kedua di Etihad Stadium, Kamis 18 April 2019 dini hari WIB. Kalah dengan skor 0-1 di leg pertama, City didepak karena kalah dalam agresivitas gol tandang.

 

Hasil ini hanya mengulangi pencapaian mereka pada musim kemarin saat di hentikan oleh Liverpool di fase yang sama. City pada saat itu kalah dalam laga tandang dan juga tandang, masing masing dengan skor 0-3 dan 1-2. Dua haril buruk tersebut, memperparah catatan City di bawah naungan Guardiola di ajang Liga Champions. berharap banyak dari manajer yang sudah berhasil memenangkan 2 trofi Liga Champions tersebut, jangankan juara, masuk ke babak finalpun mereka sudah kesulitan.

 

Bahkan pada musim perdananya bersama City, Guardiola sudah tersingkir oleh AS Monaco pada babak 16 besar yang merupakan pencapaian terburuknya di ajang tertinggi Eropa tersebut. tercatat bersama Barca dan Bayern Munchen, Guardiola selalu minimal mencapai babak semifinal dalam 7 percobaan. Maka wajar saja jika Pellegrini yang menjadi mantan manajer City masih lebih baik darinya. Tercatat Pellegrini berhasil membawa City ke babak semifinal. Padahal City memberhentikan Pellegrini karena tidak mampu membawa City berprestasi di kanca Eropa.

 

Citynya Pellegrini berhasil lolos ke babak semifinal Liga Champions pada musim 2015/2016 tapi harus di kalahkan oleh Real Madrid. Sebelum itu City sudah dua kali terhadang di babak 16 besar dan bahkan dua kali tersingkir di fase grup.

MU Harus Tekan Barca Sejak Awal Laga

MU Harus Tekan Barca Sejak Awal Laga – Manchester United akan segera menjalani laga tandang ke markas besar Barcelona. Marcus Rashford mengungkapkan jika kubu Setan Merah harus langsung menekan Blaugrana saat mendapatkan bola. Setan Merah di kalahkan dengan skor 0-1 dari Barca pada leg pertama perempatfinal Liga Champions di Old Trafford. Pada laga kedua, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer akan gentian bermain di kandang lawan di Camp Nou pada Rabu 17 April 2019.

 

Setan Merah harus bisa memang dengan minimal 2-0 jika ingin melangkah maju ke babak semifinal. Dengan cara menekan Barcelona saat menguasai bola. “Saya berfikir jika kami harus melakukan lebih banyak hal sebagai sebuah tim. Di saat mereka menguasai bola, kami harus menekan. Sehingga mereka akan merasa tertekan” ungkapnya.

 

“Disaat kami mendapatkan bola dan kami melakukan penyerangan, maka semuanya harus naik. Jadi jika kami kehilangan bola, kami bisa mendapatkannya kembali dengan cepat” lanjutnya. “Mereka adalah sebuah tim top dengan banyak pemain bintang.  Kami tahu akan sulit untuk melawan mereka. Mereka saat ini sudah memiliki 1 gol. Tapi pertandingan ini masih cukup seimbang” tutup Rashford. Tercatat MU masih bisa melakukan 10 tembakan ke gawang Barcelona, tapi sayang tidak ada yang berbuah gol.

Kemenangan Bersejarah SPAL Atas Juventus

Kemenangan Bersejarah SPAL Atas Juventus – Kemenangan SPAL atas Juventus dengan skor 2-1 di pekan ke 32 menciptakan sejarah tersendiri. Hasil ini juga membuat Juventus gagal untuk mengunci gelar juara Serie A pada musim ini. Berlangsung di Stadion Paolo Mazza pada Sabtu 13 April 2019, Juventus sebenarnya hanya membutuhkan 1 poin untuk bisa mengunci gelar juara. Harapan sudah sempat muncul setelah Moise Kean berhasil menyumbangkan gol untuk tim tamu pada menit ke 30.

 

Tapi sayang pada babak kedua, SPAL berhasil bangkit. Mereka bahkan berhasil mencetak 2 gol melaui Kevin Bonifazi di menit ke 49 dan juga Sergio Flocari pada menit ke 74. SPAL berhasil membalikan keadaan dengan skor akhir 2-1 dan menunda pesta kemenangan Juventus.

 

Kemenangan tersebut cukup manis untuk kubu SPAL. Pasalnya, selain berhasil menunda pesta kemenangan Juventus, ini adalah kemenangan perdana mereka atas Nyonya Tua setelah 72 tahun terakhir. Berita yang di keluarkan dari Okta, SPAL berhasil menang untuk pertama kalinya dari Juventus di ajang Liga Italia sejak Februari 1957 atau setelah 23 perjumpaan.

 

Selain itu SPAL juga berhasil mencatatan 3 kemenangan dalam 3 laga kandang terakhirnya dalam ajang Serie A. ini adalah percaian terbaik mereka sejak 1968. 3 poin penuh ini juga membuat SPAL semakin menjauh dari zona degradasi. Mereka naik ke posisi 13 dengan total 35 poin, sementara Juventus masih memuncaki klasemen dengan total 84 poin.

Mourinho Bela Smalling Yang Memukul Wajah Messi

Mourinho Bela Smalling Yang Memukul Wajah Messi – Jose Mourinho memberikan pembelaan kepada Chris Smalling terkait dengan hantamannya ke wajah mega bintang Lionel Messi. Bek Manchester United tersebut dianggap tidak memiliki kesengajaan untuk melukai penyerang Barcelona tersebut. Pada pertandingan leg pertama perempatfinal Liga Champions antara Setan Merah melawan Los Cules di Old Trafford pada Kamis 11 April 2019 dini hari WIB, Smalling sempat terlihat menghantam Messi.

 

Pada babak pertama, Smalling membuat wajah Messi berdarah darah. Saat melakukan duel untuk memperebutkan bola, terlihat tangan Smalling memukul wajang sang Mesias. Pukulan tersebut langsung membuat hidung Messi berdarah cukup banyak dan kelopak mata pemilik 5 trofi Ballon d’Or juga terluka. Dengan mukanya yang terluka, Messi masih melanjutkan permainan walaupun membuat performanya tidak maksimal. Naas untuk kubu Setan Merah karena Barcelona masih berhasil menang dengan skor 1-0 melalui gol bunuh diri Luke Shaw.

 

Mourinho mantan manajer MU menganggap jika Smalling memang tidak memiliki niat untuk melukai Messi. Dia mengatakan jika badan kapten Setan Merah tersebut yang lebih besar, sehingga memungkinkan Messi menjadi mendapatkan hantaman saat duel udara. “Saya tidak tahu apakah keduanya memang terlibat atau karena Messi hanya diam untuk menunggu bola. Saya kira ada sedikit peran dari keduanya. MU tampil cukup agresif. Keadaan antara Smalling dan Messi tidak memiliki arti” jelas Mourinho. “Itu sudah terjadi. Dia hanya pria tinggi dengan lengan yang panjang. Saya tidak mengira dia sengaja melakukannya” lanjut pria dengan julukan The Spesial One tersebut.

Herrera Tidak Sejalan Dengan MU Dalam Masalah Kontrak

Herrera Tidak Sejalan Dengan MU Dalam Masalah Kontrak – Negosiasi kontrak baru Ander Herrera yang dimana saat ini memainkan posisi gelandang di Manchester United saat ini terus menemui jalan buntu. Herrera selalu merasa jika dirinya dengan klub memiliki pemikiran yang berbeda. Kontrak Herrera bersama Setan Merah akan segera berakhir pada musim panas 2019 mendatang. Jika masih tidak di perpanjang, maka sang gelandang asal Spanyol tersebut akan bisa diangkut secara gratis ketim manapun.

 

Herrera sendiri diketahui sudah didekati oleh beberapa klub, termasuk dari klub besesar Paris Saint Germain. Sipemain bahkan dikatakan sudah akan segera menjalani kesepakatan kontrak dengan PSG. Di beritakan sang gelandang akan di tawari gaji besar 130 ribu pounds per minggu atau sekitar 2.4 milliar Rupiah. Atau bisa di katakana 2x lipat dari gaji yang dia dapat pada saat ini.

 

Pesepakbola berusia 29 tahun tersebut mengaku jika dirinya mau saja bertahan di Old Trafford. Tapi Herrera diberitakan ingin meminta gaji sebesar 200 ribu pound yang tidak ingin di kabulkan oleh pihak klub. “Memang benar jika saya memang tersisa dua bulan dalam masa kontrak. Tapi sekarang Manchester dan saya tidak memiliki hal yang sama sehingga masih belum ada kesepakatan untuk memperpanjang kontrak” ungkap Herrera.

 

“Tapi tentu saja kewajiban saya untuk tetap mendengarkan Manchester. Apa yang sudah jelas saya lakukan adalah saya saat ini bermain di klub besar” lanjutnya. “Saya akan mendengarkan Manchester, sudah pasti. Tapi tidak menutup kemungkinan saya akan mendengarkan klub klub lain” tegasnya.